Mas Dhito Tegaskan Tak Ada Toleransi Bullying di Kabupaten Kediri, Pelaku Bisa Diskors hingga DO

Mas Dhito Tegaskan Tak Ada Toleransi Bullying di Kabupaten Kediri, Pelaku Bisa Diskors hingga DO
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana beri keterangan pers (Protokol dan komunikasi pimpinan Kabupaten Kediri)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap tindakan perundungan atau bullying di wilayah Kabupaten Kediri. Langkah tegas diperlukan untuk menekan kasus sekaligus mencegah perilaku tersebut terulang.

Menurut Mas Dhito, bullying dapat menimbulkan dampak serius bagi korban. Karena itu, pelaku perlu mendapatkan konsekuensi yang sepadan dengan perbuatannya.

Selain penanganan melalui jalur hukum, pihak sekolah juga dapat memberikan sanksi kepada siswa yang terbukti melakukan perundungan. Bentuk sanksi tersebut antara lain skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO), disertai pendampingan khusus.

“Kita tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sanksi berat, kita bisa DO, atau skors dengan pendampingan khusus,” tegas Mas Dhito, Senin (26/10/2026).

Baca juga : Tiang Kabel WiFi Terbakar di Badas Kediri, Damkar Pare Bergerak Cegah Api Merembet

Mas Dhito menambahkan, pencegahan bullying membutuhkan pemantauan yang konsisten terhadap perilaku siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara mandiri, melainkan membutuhkan keterlibatan guru dan orang tua.

“Sebenarnya bicara bullying, ada dua sosok yang punya peran besar untuk menyelesaikan, pertama orang tua dan yang kedua adalah guru,” terangnya.

Selain peran orang tua, kapasitas dan kompetensi guru dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah perundungan di lingkungan pendidikan. Karena itu, selama dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kediri secara intensif melakukan profiling terhadap guru.

Hasil pemetaan tersebut digunakan sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik agar lebih tepat sasaran.

“Guru harus memahami treatment terhadap bullying,” jelasnya.

Baca juga : Harga Sawi Putih di Kediri Melonjak Dua Kali Lipat, Tembus Rp 12.000 per Kilogram

Meski perundungan juga terjadi di sejumlah daerah lain, Mas Dhito menilai siswa dan masyarakat di Kabupaten Kediri masih relatif mampu mengendalikan perilaku agar tidak terlibat dalam tindakan tersebut.

Ia pun mengajak seluruh siswa di Kabupaten Kediri untuk ikut menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan sikap saling menghormati serta menghargai perbedaan antarsesama.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin