Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ponorogo memasang target ambisius untuk memperkuat posisi politiknya pada pemilu mendatang. Partai tersebut membidik peningkatan perolehan kursi DPRD dari enam menjadi 12 kursi sekaligus mulai mempersiapkan kader internal untuk maju dalam Pilkada Ponorogo 2030.
Target itu disampaikan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi Muchtar, seusai pengukuhan pengurus DPC PKB Ponorogo periode 2026–2031 di Hotel Gajah Mada, Sabtu (24/10/2026).
Dalam agenda tersebut, Dwi Agus Prayitno resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC PKB Ponorogo untuk lima tahun ke depan. Prosesi pengukuhan dilakukan Subaidi yang mewakili Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.
Subaidi menyebut, kepengurusan baru memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan kekuatan partai di lembaga legislatif. Dari enam kursi DPRD yang dimiliki saat ini, PKB Ponorogo ditargetkan mampu menambah enam kursi sehingga total menjadi 12.
Baca juga : Berpura-pura Jual Sayur Keliling, Dua Pria di Ponorogo Curi Emas 209 Gram
“Jadi PKB Kabupaten Ponorogo ditarget nambah minimal empat kursi. Jadi dari enam, jadi 12 kursi,” ungkap Subaidi.
Selain memperkuat perolehan kursi legislatif, PKB mulai mengidentifikasi kader yang dinilai berpotensi diusung dalam Pilkada Ponorogo 2030. Dua nama yang disebut di antaranya Multazam dan Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno.
“DPC PKB Ponorogo mempunyai kader yang mumpuni. Seperti Pak Multazam. Ada Ketua DPRD Ponorogo (Dwi Agus Prayitno),” tegasnya.
Subaidi menekankan, pengurus baru harus mampu memperkuat organisasi sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Menurut dia, aktivitas partai tidak boleh hanya terlihat menjelang pemilu, tetapi harus berlangsung secara berkelanjutan dengan memberikan solusi atas persoalan warga.
“Partai yang modern ya harus begitu, bukan yang hanya datang ketika mau pemilu, selesai. Itu partai masa lalu,” ujarnya.
Baca juga : Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Sambi–Srikaton Kediri, Berharap Segera Diaspal Total
PKB Ponorogo juga berupaya memperluas jangkauan politik kepada pemilih dari kalangan generasi Z dan milenial. Subaidi menilai, pemahaman terhadap karakter dan cara berpikir generasi muda menjadi salah satu kunci untuk membangun komunikasi politik yang efektif.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menjelaskan bahwa pengukuhan pengurus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan partai yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026.
Rangkaian agenda tersebut mencakup PKB Bersholawat, orientasi politik, pembekalan pengurus, hingga musyawarah kerja. Dalam musyawarah tersebut, pengurus menyusun rencana strategis dan program kerja untuk periode 2026–2031.
“Musyawarah kerja kita menyampaikan renstra dan juga pokok-pokok program kerja mulai 2026 sampai 2031,” jelas Dwi Agus.
Ia menambahkan, musyawarah kerja turut membahas target penambahan kursi DPRD dan strategi politik untuk menghadapi Pilkada Ponorogo 2030. PKB, kata dia, ingin mempertahankan capaian politik yang telah diraih sekaligus mempersiapkan kader partai untuk kontestasi kepala daerah berikutnya.
“Jadi pemenangan ini kan mempertahankan kemenangan DPRD dan kemenangan bupati. Nah, setelah kita Pemilu Pilpres Legislatif, nanti kita juga akan mengamankan bagaimana bupati ini setelah kita menang, bupati ini juga menjadi calon dari PKB,” tutupnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





