Kediri, LINGKARWILIS.COM – Seekor anak kambing Peranakan Etawa (PE) milik Aris Nur (40), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, terperosok ke dalam sumur pada Kamis (22/10/2026) siang. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Grogol pun dikerahkan untuk mengevakuasi hewan tersebut.
Peristiwa itu bermula ketika Aris sedang menyapu halaman belakang rumah. Ia mendadak mendengar suara kambing mengembik dengan keras. Setelah mencari sumber suara, Aris mendapati anak kambing miliknya sudah berada di dalam sumur.
Khawatir hewan peliharaannya yang bernilai jutaan rupiah tersebut mati, Aris segera menghubungi petugas Damkar Pos Grogol untuk meminta bantuan evakuasi.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dengan membawa peralatan lengkap. Proses penyelamatan dilakukan dengan memasuki sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter.
Baca juga : Ditinggal Jemput Anak Sekolah, Kandang Sapi Warga Mojo Kediri Terbakar akibat Bakar Sampah
Evakuasi tidak berlangsung mudah. Petugas membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra untuk mengangkat kambing dari dasar sumur. Setelah sekitar satu jam, anak kambing tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan selamat.
Meski berhasil diselamatkan, kambing itu mengalami kedinginan setelah cukup lama berada di dalam sumur.
Aris mengaku lega dan berterima kasih kepada petugas Damkar yang telah membantu menyelamatkan hewan peliharaannya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Khaleb Untung Satrio Wicaksono, mengapresiasi keputusan pemilik kambing yang segera meminta bantuan petugas Damkar.
Menurutnya, evakuasi dari sumur dengan kedalaman tersebut memiliki risiko jika dilakukan tanpa peralatan dan keahlian yang memadai. Karena itu, masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan dengan menghubungi petugas ketika menghadapi kejadian serupa.
Baca juga : Ditinggal Jemput Anak Sekolah, Kandang Sapi Warga Mojo Kediri Terbakar akibat Bakar Sampah
“Jika dievakuasi akan lebih berisiko dalam sumur. Karenanya pilih cara aman dengan panggil Damkar pasti ditindak lanjuti,” imbuhnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
editor : Hadiyin





