LINGKARWILIS.COM – Katy Perry bersama lima perempuan lainnya sukses mengukir sejarah baru dalam dunia antariksa setelah berhasil menyelesaikan misi penerbangan sub-orbital menggunakan roket milik Blue Origin pada Senin (15/4). Penerbangan ini menjadi yang pertama kalinya dalam lebih dari enam dekade, di mana seluruh kru terdiri dari perempuan.
Roket New Shepard milik perusahaan antariksa Blue Origin yang didirikan oleh Jeff Bezos, meluncur dari Texas Barat pada pukul 09.31 waktu setempat.
Dalam waktu sekitar 11 menit, Katty Perry bersama perempuan lainnya melakukan perjalanan menuju tepi luar angkasa, merasakan sensasi tanpa gravitasi selama beberapa saat, sebelum akhirnya kembali ke Bumi dengan selamat. Momen peluncuran ini disiarkan secara langsung oleh Blue Origin.
Selain Katy Perry, kru juga terdiri dari Lauren Sanchez yang merupakan tunangan Jeff Bezos, jurnalis Gayle King dari CBS, mantan insinyur NASA Aisha Bowe, ilmuwan Amanda Nguyen, dan produser film Kerianne Flynn.
Hyun Bin Ceritakan Perubahannya Setelah Menikah dengan Son Ye Jin
Penerbangan ini menjadi tonggak penting sejak Valentina Tereshkova, kosmonaut asal Uni Soviet, menjadi perempuan pertama yang mengorbit Bumi dalam misi solo selama hampir tiga hari pada tahun 1963.
Blue Origin sendiri belum merinci biaya pasti untuk satu kursi dalam penerbangan tersebut. Namun di laman resminya, perusahaan menyebutkan bahwa calon penumpang diminta menyetor deposit sebesar $150.000 yang dapat dikembalikan untuk memulai proses pemesanan. Pada 2021, tawaran tertinggi yang pernah dicatat perusahaan untuk satu kursi mencapai $28 juta.
Sementara itu, menurut Loizos Heracleous, profesor strategi dari Warwick Business School, peluncuran New Shepard diperkirakan memakan biaya antara $1 hingga $3 juta per misi.
“Akan memakan waktu yang sangat lama sebelum wisata luar angkasa dapat menjadi bisnis yang berkelanjutan secara finansial dan tersedia bagi masyarakat luas,” ungkap Heracleous.