JAKARTA, LINGKARWILIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga 11 Maret 2025.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa beberapa wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan meliputi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, Palembang, dan Bengkulu.
“Kami memprediksi hingga 11 Maret, kita masih perlu waspada, atau bahkan siaga,” ujar Dwikorita di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (4/3), dilansir dari MINAnews.
Baca juga : Para Pemimpin Arab Hadiri Pertemuan Darurat di Mesir Bahas Krisis Gaza
Saat ini, Indonesia masih dalam tahap tanggap darurat bencana, sehingga BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca di kawasan Jabodetabek.
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mengurangi Dampak Banjir
Upaya modifikasi cuaca bertujuan untuk mengurangi curah hujan di daerah rawan banjir dengan menjatuhkan hujan sebelum awan mencapai daratan.
“Konsepnya adalah menghalangi awan-awan yang bergerak ke wilayah rawan agar hujan turun di laut, bukan di daratan yang sudah rentan banjir,” jelas Dwikorita.
Baca juga : Sebanyak 226 Situs Arkeologi di Gaza Rusak akibat Serangan Israel
Prioritas utama modifikasi cuaca ini difokuskan di Jawa Barat, terutama daerah pegunungan dan Puncak, yang menjadi sumber aliran air ke Jakarta.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan dengan pesawat Cessna Caravan 208B, menggunakan penyemaian garam (NaCl) pada ketinggian 8.000 – 11.000 kaki.
Operasi ini dilaksanakan dalam tiga sorti, dengan detail sebagai berikut:
✅ Sorti 1: Pukul 15.00 – 17.00 WIB
✅ Sorti 2: Pukul 17.30 – 19.30 WIB
✅ Sorti 3: Pukul 20.00 – 22.00 WIB
Setiap sorti dilakukan penyemaian 1 ton garam di area yang ditargetkan. Harapannya, langkah ini dapat mengalihkan hujan dari wilayah terdampak banjir dan mengurangi dampak bencana yang lebih luas.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk mengantisipasi kemungkinan banjir yang lebih besar.***
Editor : Hadiyin





