LINGKARWILIS.COM – Bek sayap Chelsea, Marc Cucurella, menjadi sorotan di EURO 2024 berkat penampilannya yang mengesankan di sisi kiri lapangan bersama Nico Williams. Setelah menang lawan Jerman di perempat final, Cucurella menilai ada tantangan besar yang menanti di semifinal melawan Prancis.
Pertandingan semifinal Euro 2024 antara Spanyol melawan Prancis akan digelar di Allianz Arena, Rabu (10/7) pukul 02.00 WIB.
Marc Cucurella telah menjadi pemain ‘diberkati’ bagi Spanyol di UEFA EURO 2024 menurut banyak pihak. Bukan Lamine Yamal, pemain berbakat dan dewasa berusia 16 tahun yang debut internasional dengan penamilan gemilang melalui gol dan asistnya.
Sebagai perbandingan, bek kiri asal Katalan berusia 25 tahun dengan gaya rambut ala Carles Puyol dan sikap sepak bola yang kokoh ini belum pernah bermain di pertandingan kompetitif senior untuk La Roja, julukan Spanyol, sebelum pembukaan Grup B melawan Kroasia.
Memang, jika José Gayà dari Valencia tidak mengalami cedera pada akhir Mei, mungkin Cucurella akan menyaksikan turnamen ini dari rumahnya. Namun, sekarang dia adalah pilihan utama Luis de la Fuente di posisi bek kiri dan tinggal dua kemenangan lagi untuk membantu Spanyol menambah tiga gelar EURO sebelumnya.
Baca Juga: Daftar Pemain Timnas Wanita Indonesia, Uji Coba di Hongkong 11 dan 14 Juli 2024
Pada semifinal melawan Prancis nanti, bek Chelsea ini akan menjadi bagian dari upaya La Roja di Munich untuk menghadapi serangan cepat Prancis di sayap. Baik itu dari Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, atau Bradley Barcola.
Dalam wawancaranya, seperti dikutip dari laman Euro 2023, Cucurella mengungkapkan, timnya sudah merasakan kelelahan, namun semangat semakin tinggi karena tinggal 2 pertandingan untuk meraih juara.
Dirinya juga sudah merasa setel dengan Nico Williams yang menjadi partnernya. Menurutnya Nico adalah orang yang ceria. “Selama pertandingan, saya mengatakan kepadanya untuk melakukan apa yang dia suka, karena dengan pemain top yang memiliki banyak bakat, penting bagi mereka untuk merasa nyaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cucurella yang pernah menghadapi Kylian Mbappe saat menghadapi Prancis U-19 pada 2016 lalu merasa Mbappe adalah pemain yang istimewa.
Meski dia tidak menghadapi Mbappe selama 8 tahun sejak saat itu, menurutnya Mbappe adalah pemain yang sangat berbahaya dan setiap gerak-geriknya di lapangan harus diwaspadai. “Dia adalah salah satu pemain yang mungkin tampak tidak terlibat dalam sebuah gerakan tetapi akhirnya membuat perbedaan. Ini akan sulit, tetapi kami adalah tim yang kuat dan solid. Jika kami bekerja sama, kami bisa mengalahkan Prancis,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Bayu Giandika

