KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Adji secara resmi membuka pilot project Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa yang digelar di Situs Persada Soekarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kediri, perwakilan perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, akademisi, serta jajaran kepolisian dari Polres Kediri.
AKBP Bramastyo Adji menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pendidikan karakter berbasis kebangsaan tersebut. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat dan memiliki orientasi masa depan yang jelas.
“Kami mengapresiasi Pondok Jati Diri Bangsa yang telah menggagas program ini dengan tujuan mulia, yakni membentuk generasi muda yang memiliki cita-cita luhur dan karakter kebangsaan yang kokoh, khususnya di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak, memiliki wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Program BINLAT ini diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan siswa dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Kediri.
Ketua Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara, R.M. Suhardono, S.E., menyampaikan terima kasih atas dukungan lintas sektor yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui dinas terkait, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, serta DPRD Kabupaten Kediri. Pendidikan karakter harus dilaksanakan secara kolaboratif dan gotong royong demi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Ia berharap program ini dapat menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung visi nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Panpel Persik Kediri Matangkan Persiapan Jelang Laga Home Kontra Bali United
Rangkaian kegiatan BINLAT berlangsung selama satu hari penuh, dari pagi hingga sore, dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno serta Pondok Jati Diri Bangsa. Materi pelatihan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu spiritual, intelektual, dan kultural.
Ketua Pilot Project BINLAT Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa, Kus Hartono, menjelaskan bahwa kurikulum kegiatan disusun melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga dan komunitas, termasuk Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa bersertifikasi BNSP, serta Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan commitment building, yakni membangun komitmen batin peserta agar siap mengikuti pelatihan secara terbuka. Selanjutnya, peserta menjalani laku lampah berupa berjalan tanpa alas kaki sejauh 100 meter sebagai simbol pembentukan kesadaran diri.
Peserta kemudian mengikuti pre-test, menghafal sandi untuk memasuki Gerbang Gapura Nuswantara Majapahit, serta menerima materi kelas yang mencakup sejarah, wawasan kebangsaan, jati diri bangsa, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui metode video, diskusi, dan role play.
Pada sesi penutup, peserta diajak napak tilas sejarah Presiden Soekarno melalui pendekatan storytelling, wisata bisu, dan refleksi.
Salah satu peserta, Mutiara Zahra Wahdania dari SMA Dharma Wanita 1 Pare, mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya mengenal jati diri sendiri dan jati diri bangsa. Jika tidak mengenalnya, kita akan mudah diremehkan. Jangan malu dengan masa lalu, mari melangkah dengan semangat baru,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Almayra Hayyu Azzahra dari SMAN 1 Grogol. Ia berharap kegiatan BINLAT karakter dapat terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak pelajar.
“Saya mendapatkan pengalaman baru, kebersamaan, serta pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





