BATU, LINGKARWILIS.COM – Rapat paripurna penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 digelar di gedung DPRD Kota Batu, Jumat (27/3/2026). Agenda ini menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
“LKPJ ini adalah wujud akuntabilitas tertulis atas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, realisasi APBD Kota Batu 2025 menunjukkan capaian yang tinggi. Pendapatan daerah tercatat Rp1,09 triliun atau 99,20 persen dari target. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp302,95 miliar (92,35 persen), sementara pendapatan transfer melampaui target dengan Rp789,86 miliar (102,09 persen).
Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp1,11 triliun atau 89,16 persen. Sementara pembiayaan daerah terserap hampir sempurna, yakni 99,99 persen atau Rp144,13 miliar.
Baca juga : Sebanyak 58.698 Wisatawan Kunjungi Kediri Selama Libur Lebaran
Kinerja pembangunan juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 80,35. Angka kemiskinan turun menjadi 2,86 persen, dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun ke angka 3,53 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,85 persen.
Namun demikian, pemerintah mencatat kenaikan Gini Ratio menjadi 0,347 yang menandakan ketimpangan masih menjadi pekerjaan rumah.
Mengacu pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2022–2026, sejumlah indikator bahkan melampaui target. Di antaranya kualitas SDM dan pertumbuhan ekonomi yang melebihi proyeksi awal. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan di bawah target yang ditetapkan.
Pada indikator kinerja utama (IKU) RPJMD 2025–2029, capaian juga menunjukkan tren positif, seperti PDRB per kapita sebesar Rp105,20 juta, indeks daya saing daerah 3,92, serta nilai tata kelola pemerintahan mencapai 82,27.
Nurochman menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
“Kami menyadari masih banyak ruang perbaikan. Tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci,” ujarnya.
Pemkot Batu berkomitmen terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel guna mendorong pembangunan berkelanjutan.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





