Lamongan, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) kembali menggelar Festival Kupatan Tanjung Kodok 2026 di Kecamatan Paciran, Sabtu (28/3/2026). Agenda budaya tahunan ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Beragam kegiatan memeriahkan festival tersebut, mulai dari lomba menghias ketupat, lomba hias perahu, pembagian 1.000 porsi ketupat gratis, hingga tradisi rebutan gunungan ketupat yang menjadi puncak acara. Kegiatan ditutup dengan hiburan campursari yang semakin menambah semarak suasana.
Tradisi kupatan yang digelar setelah Hari Raya Idul Fitri ini merupakan warisan budaya masyarakat pesisir utara Lamongan yang terus dijaga keberlangsungannya. Ribuan warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara.
Baca juga : Sebanyak 58.698 Wisatawan Kunjungi Kediri Selama Libur Lebaran
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, serta Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Hadir pula tokoh agama, Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Drajat Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur.
Rangkaian acara diawali dengan Kenduri Kupatan yang digelar di Menara Rukyat Wisata Bahari Lamongan (WBL). Dalam kesempatan itu, Rois Syuriah PCNU Lamongan KH. Salim Ashar menyampaikan bahwa tradisi kupatan tidak hanya bersifat budaya, tetapi juga sarat nilai spiritual dan sosial.
Menurutnya, tradisi tersebut merupakan warisan Sunan Kalijaga yang mengandung pesan saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
“Tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Ia menilai, kegiatan tersebut mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang, sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata daerah.
Baca juga : Seniman Jaranan Kediri Turun Jalan, Tuntut Pencopotan Kadis Budparpora Kota Kediri
“Festival ini menjadi bentuk komitmen dalam menjaga budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan wisata Paciran,” katanya.
Antusiasme warga terlihat saat prosesi rebutan gunungan ketupat dimulai. Masyarakat dari berbagai kalangan berbondong-bondong memperebutkan ketupat yang diyakini membawa berkah, menjadikannya sebagai momen paling dinanti dalam festival ini.
Kepala Disparbudpora Lamongan, Siti Rubika, menambahkan bahwa festival ini dirancang untuk memperkenalkan tradisi kupatan sebagai daya tarik wisata budaya yang lebih luas.
“Melalui festival ini, kami berharap tradisi kupatan semakin dikenal dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lamongan,” ujarnya.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Lamongan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah pesisir utara.***
Reporter: Suprapto
Editor: Hadiyin





