LINGKARWILIS.COM – Kecamatan Pagerwojo masih tergolong kawasan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) karena masih ada beberapa rumah yang belum dapat akses listrik.
Dalam mengatasi hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) berencana memberikan bantuan sambunganΒ listrik ke wilayah tersebut.
Resma Dwida Pantri, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tulungagung menjelaskan wilayah yang tidak mendapatkan akses listrik meliputi bagian utara Kecamatan Kras di Kabupaten Kediri, timur Kecamatan Sumbergempol, barat Kecamatan Sendang dan Pagerwojo, serta selatan Kecamatan Boyolangu.
Menurutnya, meskipun tingkat elektrifikasi di wilayah pelayanan ULP PLN Tulungagung sudah hampir 100 persen, masih ada beberapa rumah yang belum mendapatkan akses listrik.
Resma menambahkan mayoritas dusun yang belum teraliri listrik berada di Kecamatan Pagerwojo yang merupakan daerah pegunungan. Tercatat ada sekitar 46 dusun dari enam desa di Kecamatan Pagerwojo yang belum memiliki sambungan listrik.
Kondisi ini membuat Kementerian SDM menetapkan Pagerwojo sebagai kawasan 3T sehingga menjadi perhatian khusus bagi pemerintah terutama Kementerian ESDM.
Untuk mengatasi masalah elektrifikasi di daerah tersebut, Kementerian ESDM berencana memberikan bantuan sambungan listrik untuk 46 dusun dengan target kurang lebih 200 sambungan rumah yang saat ini masih dalam proses verifikasi oleh Pemkab Tulungagung.
Setelah verifikasi selesai, PLN Tulungagung akan segera melakukan pemasangan jaringan listrik sesuai data yang diterima.
Selain bantuan sambungan listrik, Kecamatan Pagerwojo juga akan mendapatkan diskon untuk pemasangan sambungan listrik.



