Dengan meningkatkan kesadaran akan PSN, seperti menutup rapat penampungan air dan menguras bak mandi secara berkala, masyarakat dapat membantu mengurangi habitat nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penyakit DBD.
“Tindakan cepat ini dapat memungkinkan deteksi dini dan penanganan yang tepat, yang dapat menyelamatkan nyawa,” tandasnya.
“Ini diharapkan dapat menjadi benteng utama dalam memerangi penyebaran DBD dan melindungi kesehatan bersama,” tutupnya.
Sebelumnya, warga Jombang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab hingga saat ini telah merenggut nyawa 4 orang warga.
Hal ini seperti disampaikan oleh DR. dr Ma’murotus Sa’diyah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, dalam rilis yang disampaikan pada awak media, Kamis (22/02/2024).
Menurut Ning Eyik, sapaan Ma’murotus, keempat pasien tersebut meninggal dunia pada bulan Februari 2024 akibat dengue shock syndrome (DSS).***
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





