LINGKARWILIS.COM – Dusun Paras di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, merayakan acara Sedekah Dusun sebagai bentuk syukur dan pelestarian tradisi leluhur. Pada acara yang digelar pada Jumat Pahing di bulan Suro ini, ratusan warga memadati lokasi meskipun sempat terjadi kericuhan antara warga dan panitia pada Jumat (19/7/2024).
Uniknya, Sedekah Dusun dilaksanakan di area pemakaman umum yang juga merupakan tempat peristirahatan sesepuh desa. Sebelum proses rebutan dimulai, puluhan jodang, jolen, dan gunungan hasil bumi diarak mengelilingi kampung.
Ketegangan sempat memuncak saat warga tidak sabar untuk merebut hasil bumi sebelum doa bersama. Namun, situasi tersebut segera terkendali dan acara pun dapat dilanjutkan dengan lancar.
Setelah doa bersama, ratusan warga dengan antusias berpartisipasi dalam rebutan jodang yang berisi makanan tradisional dan jajan desa, mereka percaya bahwa mendapatkan jajan membawa berkah bagi mereka.
Ide Menu Bekal Kerja yang Bikin Makin Semangat Hadapi Hari, Banyak Resep Simpel!
“Saya berhasil mendapatkan pisang, nasi, kerupuk, dan jajan lainnya. Ikut dalam acara ini sangat seru, meski banyak dorong-dorongan. Rencananya, makanan ini akan saya konsumsi dan bagikan kepada tetangga,” ujar Nur Hamidah, salah satu peserta.
Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan.
“Tahun ini lebih meriah dengan antusiasme pengunjung dari luar desa yang lebih banyak dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Johan menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh warga desa dalam persiapan jodang dan jolen.
“Total diperkirakan terdapat 50-an lebih jodang yang diarak menuju tempat pagelaran,” jelasnya.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Reporter : Agung Pamungkas
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





