Anang Widigdyo, M.Pt, seorang dosen Pengolahan Hasil Ternak Unggas di AKN Putra Sang Fajar Blitar, bersama koleganya, Nur Agustin Mardiana, S.TP, M.TP, dan Panji Purnomo, M.Pd, mengembangkan pakan alternatif berbahan dasar onggok fermentasi.
Pada Rabu (28/8), mereka memberikan pendampingan langsung kepada 25 peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Rojo Koyo Berkah di Dusun Kedungrejo, Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun.
“Tujuan dari pengabdian ini adalah membantu para peternak mengatasi permasalahan pakan yang mahal. Kami ingin mereka bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada pakan pabrik,” ungkap Anang.
Baca juga : Bupati Kediri Berharap Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2024 Meningkat
Onggok, limbah padat dari industri pembuatan tepung tapioka, dipilih sebagai bahan dasar pakan alternatif. Melalui proses fermentasi, limbah ini dapat diubah menjadi pakan ternak dengan kandungan protein tinggi. Selain lebih murah, pakan ini juga terbukti mampu meningkatkan bobot daging entok.
Anang menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan pakan alternatif, tetapi juga pada pengelolaan pascapanen, termasuk pembuatan produk pangan berbahan dasar daging entok yang siap saji. “Dengan teknologi ini, harapannya kesejahteraan peternak akan meningkat dan mereka dapat menjalankan usaha secara lebih mandiri,” jelasnya.
Program pengabdian ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat pemula yang didukung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.***
Editor : Hadiyin