Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di awal musim kemarau, petani di Kabupaten Kediri mulai mengintensifkan gerakan pengendalian (gerdal) pada berbagai komoditas, seperti padi, jagung, dan tanaman produktif lainnya.
Langkah ini dilakukan agar tanaman tetap tumbuh optimal dan hasil panen tidak menurun akibat serangan hama yang kerap meningkat saat musim kering.
Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti, mengungkapkan bahwa kegiatan gerdal saat ini difokuskan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Pare dan Badas.
“Di wilayah tersebut dilakukan pengendalian hama seperti wereng, kresek, dan tikus. Penanganan harus cepat agar tidak merugikan petani,” ujarnya.
Baca juga : PPDI Kabupaten Kediri Respons Tegas Aturan Baru Desa, Siapkan Usulan Revisi Perbup
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, tahun ini diprediksi mengalami periode panas ekstrem yang cukup panjang. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat penyebaran OPT sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
“Di musim kemarau, perkembangan OPT sangat cepat. Karena itu, petani harus sigap melakukan pengendalian agar tanaman tetap terselamatkan,” jelasnya.
Dispertabun Kabupaten Kediri juga terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani (poktan) dalam pelaksanaan gerdal. Ke depan, metode pengendalian akan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk penggunaan drone untuk menjangkau area yang lebih luas secara efisien.
“Penggunaan drone akan membuat pengendalian lebih cepat, hemat waktu, dan biaya. Ini bagian dari penerapan smart farming yang sedang kami siapkan,” imbuhnya.
Baca juga : Kecelakaan Maut di Depan Lapas Kediri, Tiga Kendaraan Terlibat
Rini menegaskan, gerakan pengendalian dilakukan secara kolektif oleh kelompok tani. Begitu indikasi serangan hama muncul, petani diimbau segera melakukan tindakan tanpa menunggu kondisi semakin parah.
“Begitu ada tanda serangan, langsung dilakukan pembasmian secara bersama. Ini penting agar penyebaran tidak meluas,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





