Kediri, LINGKARWILIS.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan tanam perdana program bongkar ratoon tebu di lahan pertanian Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (24/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Mabes TNI, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf David Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Sekda Kabupaten Kediri, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kabupaten Kediri.
Sebelum melakukan tanam perdana, Khofifah sempat melakukan video conference dengan para petani tebu di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Program bongkar ratoon tersebut disebut menjadi bagian dari upaya peningkatan rendemen dan kualitas gula sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional, khususnya produksi gula.
Baca juga : Kirab Eyang Dewi Kilisuci Sedot Ribuan Warga, Budaya dan UMKM Hidup Bersama di Kediri
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri serta memberikan santunan kepada anak yatim.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, mengatakan luas lahan tebu di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 mencapai 3.864 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.306 hektare merupakan program bongkar ratoon yang didukung APBN, sedangkan sisanya dikelola secara mandiri oleh petani.
Sementara pada tahun 2026, luas lahan bongkar ratoon di Kabupaten Kediri ditargetkan meningkat menjadi 7.000 hektare.
“Luasnya lahan tebu di Kabupaten Kediri merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada petani tebu untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional,” ujarnya.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menyebut terdapat 29 pabrik gula di Jawa Timur yang terlibat dalam program tersebut dengan melibatkan sekitar 200 ribu tenaga penebang tebu dan 4.000 pekerja bongkar ratoon.
Baca juga : Pembangunan Pasar Ngadiluwih Kembali Molor, DPRD Kabupaten Kediri Soroti Kinerja Kontraktor
Menurutnya, program bongkar ratoon mampu meningkatkan kualitas tanaman tebu. Ia juga mengungkapkan pada tahun 2026 PG Ngadirejo direncanakan bekerja sama dengan Pertamina untuk membangun pabrik etanol di Kabupaten Kediri.
Sementara itu, Khofifah menegaskan upaya mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional membutuhkan kerja keras dan sinergi antara sektor perkebunan dan pertanian.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur serius mempercepat proses bongkar ratoon pascapanen guna meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu.
“Kami berharap setelah masa giling, harga gula konsumsi tetap sesuai harga pasar. Saat ini gula lokal masih harus bersaing dengan gula rafinasi,” katanya.
Khofifah menambahkan peningkatan kualitas budidaya tebu menjadi kunci agar gula konsumsi lokal mampu terserap pasar dengan baik.
“Ini sejalan dengan harapan Presiden agar swasembada gula bisa dimaksimalkan sehingga tidak kalah bersaing dengan gula rafinasi. Jika harga gula konsumsi meningkat, maka kesejahteraan petani tebu juga akan ikut meningkat,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






