Diana, diaspora asal New York, mengungkapkan kegembiraannya setelah menunggu momen ini sejak 2014. Perjalanan panjang dari New York dimulai sejak subuh dan meski sempat menghadapi kendala transportasi, semangatnya tak surut.
“Demi bertemu Presiden, saya bahkan menangis, terharu sekali akhirnya Pak Prabowo jadi presiden. We love you, Pak,” kata Diana penuh haru.
Baca juga : Presiden Palestina Abbas Sambut Baik Kemenangan Trump, Serukan Kerja Sama Perdamaian
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Vanesa Angela dan sepupunya, Jay. Keduanya senang bisa melihat Presiden Prabowo dari dekat dan bahkan berinteraksi langsung.
“Nervous, tapi senang. Orangnya sangat baik. Sepupuku Jay tadi dicium dan ditanya namanya, sangat ramah,” ungkap Angela.
Fauzan, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi hubungan bilateral Indonesia dan Amerika. Menurutnya, pertemuan Prabowo dengan Presiden Joe Biden dan pejabat tinggi lainnya diharapkan mampu mempererat kerja sama di bidang ekonomi, keamanan, dan pendidikan.
“Sebagai diaspora, kami sangat senang bisa bertemu langsung dengan Presiden. Harapannya hubungan kedua negara semakin kuat,” kata Fauzan.
Baca juga : Polri Didorong Tingkatkan Kualitas Humas untuk Implementasi Asta Cita Pemerintah
Memes Wisoko, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), juga merasa bangga dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Ia berharap kunjungan ini mampu memperluas kerja sama bilateral untuk kepentingan Indonesia.
“Pak Prabowo sangat berwibawa dan ramah. Harapan saya, beliau dapat menjalin kerja sama yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia,” ujar Memes.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Washington DC diharapkan menjadi momen penting yang akan meningkatkan kolaborasi dan memperkuat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat di berbagai sektor.***
Editor : Hadiyin