Jombang, LINGKARWILIS.COM – Suasana haru mewarnai halaman Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin (24/11/2025). Raut wajah para tukang becak lanjut usia tampak berbinar ketika menerima becak listrik yang menggantikan kendaraan kayuh yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka.
Sebanyak 100 becak listrik diserahkan kepada para pembecak berusia senja sebagai bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut disalurkan melalui Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan menjadi angin segar bagi mereka yang sudah puluhan tahun menggantungkan nafkah dari tenaga kayuhan.
Wakil Ketua Umum GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa program ini berawal dari perhatian Presiden terhadap kondisi para penarik becak yang semakin tua.
“Beliau melihat sendiri bagaimana beratnya kehidupan para pembecak. Dari situlah muncul keinginan untuk memberikan becak listrik. Ini murni inisiatif Presiden,” ujar Nanik.
Baca juga : Musim Hujan, Dinkes Kabupaten Kediri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Demam Berdarah
Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo.
“Tidak memakai APBN. Semuanya dibeli menggunakan uang pribadi Pak Presiden,” tegasnya.
Becak listrik yang diproduksi PT LEN dan PT Pindad tersebut telah melalui proses uji kelayakan. Meski pendataan mencatat sekitar 2.900 pembecak di Jombang, tahap awal bantuan diprioritaskan untuk mereka yang berusia paling lanjut.
“Mohon doanya agar bantuan ini bisa menjangkau seluruh pembecak. Untuk sementara, kami dahulukan yang paling sepuh,” tuturnya.
Dengan nilai sekitar Rp22 juta per unit, GSN mengingatkan agar para penerima menjaga dan menggunakan becak tersebut dengan baik.
Baca juga : Dishub Kabupaten Kediri Gencar Salurkan Pelampung untuk Operator Perahu Tambang
“Jangan sampai dijual. Fasilitas ini diberikan agar para penarik becak bisa tetap bekerja dengan lebih ringan dan pendapatannya meningkat,” pesan Nanik.
Wakil Bupati Jombang, KH. Salmanudin Yazid, yang hadir dalam kegiatan itu, mengapresiasi langkah Presiden.
“Ini bukti nyata perhatian Pak Prabowo terhadap warga kecil. Upaya yang luar biasa untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Di antara para penerima, sosok Wahib (76) mencuri perhatian. Sejak 1971 ia menggantungkan hidup pada becak onthel, meski lututnya kerap terasa nyeri. Melihat becak listrik barunya, ia tersenyum malu.
“Saya belum tahu rasanya, belum saya coba,” ucapnya.
Wahib berharap kendaraan baru ini membantunya tetap bekerja tanpa harus memaksakan tenaga di usia lanjut.
“Tentu akan saya rawat. Semoga diberi umur panjang dan rezeki yang lancar,” katanya.
Sementara itu, Hamidi (68) tampak mempelajari tombol-tombol pada setang becak listrik yang ia terima. Ia merasa beruntung namanya langsung masuk daftar penerima setelah pendataan di desanya.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Semoga penghasilan bertambah,” ujarnya.
Selama tujuh tahun terakhir, Hamidi masih mengandalkan becak kayuh, sering kali harus berhenti karena kehabisan tenaga saat jalan menanjak. Kini ia bisa bernapas lega.
“Biasanya harus ngothel, sekarang tinggal tarik gas, sudah jalan,” tutupnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin






