LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali mengadakan program pelatihan kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Namun, hingga saat ini, fasilitas yang tersedia dalam pelatihan tersebut masih belum sepenuhnya ramah bagi difabel.
Kepala UPT Balai Pelatihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung, Final Abidin, mengungkapkan bahwa pada 2025 akan diselenggarakan sembilan paket pelatihan kerja. Program tersebut akan berlangsung selama satu tahun di UPT BLK Disnakertrans Tulungagung.
Setiap kelas pelatihan memiliki kapasitas maksimal 16 peserta. Dengan demikian, total peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini ditargetkan mencapai 144 orang sepanjang tahun 2025.
“Kalau rencananya seperti itu, tetapi nanti tergantung kamu dapat anggarannya berapa, karena saat ini masih pengajuan dan menunggu persetujuan,” kata Final Abidin, Rabu (12/2/2025).
Gelapkan Tiga Ekor Sapi, Pria Asal Plosoklaten Ditangkap di Hotel Tulungagung
Sebagian besar peserta yang mengikuti program pelatihan kerja merupakan warga asli Tulungagung. Namun, mereka tetap memiliki kesempatan untuk bekerja di luar daerah setelah menyelesaikan pelatihan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak peserta yang akhirnya mendapatkan pekerjaan di luar kota.
Selama program ini berlangsung, UPT BLK juga mengundang pengusaha dan perusahaan dari luar Tulungagung untuk hadir dalam kegiatan pelatihan. Langkah ini bertujuan memperluas peluang kerja bagi peserta yang ingin mencari kesempatan di luar wilayah.
“Setiap tahun kami selalu mengundang pengusaha ataupun perusahaan dari lokal dan luar daerah. Biasanya mereka juga turut membutuhkan tenaga yang sesuai kebutuhan mereka. Tetapi minat pengusaha atau perusahaan ini untuk hadir kebanyakan dari Tulungagung,” ungkapnya.
Meski kuota pelatihan tahun ini cukup besar, Final menegaskan bahwa pihaknya belum mampu menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Hingga saat ini, belum ada instruksi dari Pemkab Tulungagung untuk mengadakan fasilitas yang lebih inklusif bagi peserta difabel.
Penyebaran PMK di Kota Batu Makin Meningkat, Peternak Terpaksa Potong Paksa Sapi!
Kendati demikian, pihak UPT BLK tetap membuka peluang bagi penyandang disabilitas yang ingin mengikuti pelatihan. Beberapa peserta difabel bahkan telah mengikuti program ini sebelumnya, terutama dalam bidang desain grafis dan administrasi kantor.
“Kemarin juga ada temen-temen penyandang disabilitas tapi persentasenya masih kecil. Mereka ikut pelatihan kerja pada desain grafis sama administrasi kantor,” jelasnya.
Untuk mendukung sembilan paket pelatihan kerja yang direncanakan tahun depan, UPT BLK Disnakertrans Tulungagung telah mengajukan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Namun, dengan keterbatasan dana yang ada, penyediaan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas kemungkinan sulit direalisasikan pada 2025.
“Tapi, bukan tidak mungkin fasilitas ini bisa direalisasikan di tahun depan begitu UPT atau dinas melakukan pengajuan di akhir tahun ini. Kebetulan kita dapatnya hanya dari DBHCHT,” pungkasnya.


