LINGKARWILIS.COM – Jumlah hewan ternak di Kota Batu yang mati akibat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dalam sepekan, tercatat sebanyak 36 ekor sapi mati akibat PMK yang terdiri dari 4 ekor yang mati secara alami dan 2 ekor yang dipotong paksa.
Menurut data terbaru dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, jumlah sapi yang terjangkit PMK saat ini mencapai 61 ekor.
“Yang sakit sebanyak 61 ekor, mati 9 ekor dan potong paksa sebanyak 2 ekor, ini data sampai dengan tanggal 29 Januari,” kata Kepala Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto,Kamis (06/02).
Masyarakat Kota Batu Antusias Ikuti Sidang Isbat Nikah Massal
Heru menyampaikan bahwa sapi yang terjangkit PMK tersebar di seluruh kecamatan di Kota Batu, meliputi Junrejo, Batu, dan Bumiaji.
“Rata-rata sama (jumlahnya,red), kita masih landai dibanding kabupaten kota yang lain,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran virus PMK yang lebih luas, Pemerintah Kota Batu saat ini tengah membagikan ribuan dosis vaksin yang diperoleh dari pemerintah pusat.
“Sampai dengan sekarang total sudah 923 dosis, yang sudah masuk data Isikhnas 723 dosis, yang 200 belum masuk karena masih maintenance,” jelasnya.
Jumlah Sapi Mati Akibat PMK di Kabupaten Kediri Tercatat Sudah 40 Ekor
Sementara itu, salah seorang peternak dari Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Indra Kurniawan, mengungkapkan bahwa sapi peliharaannya juga terjangkit virus PMK.
Dari 50 ekor sapi pedaging miliknya, dua ekor sapi teridentifikasi menunjukkan gejala PMK. Demi menghindari risiko kehilangan sapi lebih banyak, Indra memutuskan untuk memotong sapi yang menunjukkan gejala PMK agar tidak mati.
“Untuk gejala awalnya itu sapi mengalami demam, kemudian keesokan harinya banyak keluar air liur dari mulut sapi, dan muncul luka di sekitar mulut serta kaki. Selain itu secara kualitas daging, sapi yang terjangkit PMK juga mengalami penurunan kadar air sehingga bobotnya turun banyak,” terang Indra Kurniawan.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





