Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, jumlah sapi yang menunjukkan gejala PMK mencapai 1.040 ekor, sementara 900 ekor di antaranya tengah dalam proses penyembuhan.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa banyaknya kematian sapi disebabkan oleh gejala yang memburuk serta belum mendapat vaksinasi sebelumnya. Penularan yang cepat juga menjadi faktor utama tingginya angka kematian.
Baca juga : Dua Anggota Polsek Semen Ukir Prestasi di Turnamen Tennis Lapangan Kapolres Kediri Kota
“Pengobatan terus berlanjut agar tingkat kesembuhan sesuai target. Kami berharap peternak segera melapor jika sapi mereka menunjukkan gejala PMK, sehingga bisa segera ditangani dan angka kematian bisa ditekan,” jelasnya.
Selain itu, program vaksinasi PMK tahap akhir dijadwalkan selesai pada Jumat (31/1) dengan 1.070 dosis vaksin yang telah didistribusikan oleh Kementerian Pertanian RI. DKPP Kabupaten Kediri juga berencana mengajukan tambahan kuota vaksin untuk menekan penyebaran penyakit ini.
Sementara itu, Pasar Hewan Kediri telah kembali dibuka sejak Selasa (28/1), namun masih dalam tahap monitoring dan evaluasi. Upaya pencegahan terus dilakukan, termasuk penyemprotan disinfektan terhadap sapi yang masuk ke pasar guna mengurangi risiko penularan.***
Editor : Hadiyin