Sapi Bernama Fajar Milik Peternak Asal Tulungagung Dibeli Presiden, Laku Seharga Rp 132 Juta

Sapi Bernama Fajar Milik Peternak Asal Tulungagung Dibeli Presiden, Laku Seharga Rp 132 Juta
Sapi bernama Fajar milik peternak asal Tulungagung yang dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban bagi masyarakat Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sapi kurban bantuan presiden milik peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, terjual dengan harga fantastis mencapai ratusan juta rupiah. Sapi bernama “Fajar” itu dibeli untuk hewan kurban Presiden Prabowo Subianto dengan nilai Rp132 juta. Nama Fajar sendiri diberikan karena sapi tersebut lahir menjelang waktu subuh.

Pemilik Peternakan Gembala 82, Saiful Anam, menjelaskan awal mula sapinya bisa terpilih sebagai hewan kurban bantuan presiden. Ia mengaku mendapat informasi dari rekannya bahwa Presiden tengah mencari sapi kurban untuk Iduladha. Menindaklanjuti informasi tersebut, Saiful kemudian berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung untuk menawarkan sapi miliknya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Tak lama berselang, petugas DPKH Tulungagung melakukan survei terhadap sapi milik Saiful. Sapi bernama Fajar kemudian masuk dalam daftar tiga sapi asal Tulungagung yang diajukan kepada Presiden. Dari sejumlah kandidat tersebut, Fajar akhirnya terpilih dan pihak Sekretariat Negara langsung menghubungi Saiful untuk membahas proses pembelian.

Baca juga : Dispertabun Kabupaten Kediri Salurkan Paranet Penghalau Hama untuk Petani

“Beberapa waktu lalu saya dihubungi pihak Sekretariat Negara untuk negosiasi harga sapi kurban bantuan presiden,” ujar Saiful, Rabu (27/5/2026).

Saiful menuturkan, proses negosiasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Awalnya, ia menawarkan harga Rp150 juta untuk sapi berbobot jumbo tersebut. Namun setelah pembahasan, kedua belah pihak sepakat di angka Rp132 juta.

Menurutnya, hasil penjualan sapi tersebut akan kembali digunakan sebagai modal usaha peternakan, terutama untuk pengembangan dan pembesaran sapi jumbo dengan bobot di atas satu ton.

“Dengan harga Rp132 juta itu kami masih mendapatkan keuntungan. Uang hasil penjualan nantinya diputar kembali untuk pengembangan usaha,” jelasnya.

Selain menjual sapi jumbo, Saiful juga menyediakan sapi kurban dengan bobot di bawah 400 kilogram untuk kebutuhan Iduladha 2026. Ia mengungkapkan permintaan hewan kurban tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga : Edukasi Becak Warnai Iduladha KB Mata Bangsa, Dukung Program D’CITO Wali Kota Kediri

Jika pada Iduladha tahun lalu penjualan hanya mencapai sekitar 50 ekor sapi, tahun ini jumlahnya meningkat hingga 100 ekor. Sementara untuk sapi kurban ukuran reguler, rata-rata dijual dengan harga sekitar Rp25 juta per ekor.

“Untuk sapi kurban biasa saat ini di peternakan tinggal dua ekor saja. Tahun ini penjualannya memang sangat tinggi,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *