Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Bagikan 2.000 Ekor Burung Puyuh Secara Gratis

Harga Telur Anjlok, Peternak di Blitar Bagikan 2.000 Ekor Burung Puyuh Secara Gratis
Pembagian puyuh gratis di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro. (aziz)

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Anjloknya harga telur puyuh membuat para peternak di Kabupaten Blitar menghadapi tekanan ekonomi. Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus upaya mengurangi beban pemeliharaan, ribuan ekor burung puyuh dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Aksi tersebut berlangsung di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Ratusan warga tampak memadati lokasi pembagian untuk mendapatkan burung puyuh gratis.

Sedikitnya 2.000 ekor burung puyuh dibagikan kepada masyarakat. Antusiasme warga cukup tinggi sehingga mereka rela mengantre sejak pagi untuk memperoleh burung tersebut.

“Iya, burung puyuh ini dibagikan kepada warga secara gratis,” ujar Lukman, salah seorang peternak yang bertugas membagikan burung puyuh.

Awalnya, kegiatan tersebut diinformasikan sebagai pembagian ayam gratis. Warga bahkan telah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB di lokasi yang telah ditentukan. Namun hingga menjelang siang, pembagian ayam tak kunjung dilakukan.

Baca juga :Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Kediri Kota Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Presisi dan Lalu Lintas yang Lebih Tertib

Sekitar pukul 10.00 WIB, peternak akhirnya mulai membagikan burung puyuh sebagai pengganti ayam.

“Saya diminta untuk membagikan puyuh saja,” katanya.

Kondisi ini dipicu terus merosotnya harga telur puyuh dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini harga telur puyuh di tingkat peternak hanya berkisar Rp16 ribu per kilogram, turun dari harga normal yang biasanya mampu menembus lebih dari Rp20 ribu per kilogram.

Bukan hanya peternak puyuh yang terdampak. Peternak ayam petelur juga menghadapi persoalan serupa karena harga telur ayam masih berada di bawah Rp20 ribu per kilogram, sementara harga pokok produksi diperkirakan mencapai sekitar Rp23 ribu per kilogram agar peternak bisa mencapai titik impas.

Baca juga :Β Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Blitar Kota Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Akibat kondisi tersebut, sebagian peternak memilih menjual hasil produksinya langsung di pinggir jalan kepada konsumen agar memperoleh harga yang lebih baik dibandingkan menjual kepada tengkulak.***

Reporter: Aziz Wahyudi

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *