Reses di Bringinan, Novita Hardini Dorong Pengembangan Budidaya Pisang Cavendish

Reses di Bringinan, Novita Hardini Dorong Pengembangan Budidaya Pisang Cavendish
Anggota DPR RI Komisi VII dari Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, saat melakukan reses di Desa Bringinan (SOny)

PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Anggota DPR RI Komisi VII dari daerah pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, dalam memberdayakan masyarakat melalui program budidaya pisang Cavendish.

Apresiasi tersebut disampaikan Novita saat melaksanakan reses di Desa Bringinan, Sabtu (15/8/2026). Dalam kegiatan itu, ia juga berdialog dengan warga untuk menyerap berbagai aspirasi, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur desa.

Selain mendengarkan masukan masyarakat, Novita turut meninjau langsung pengembangan budidaya pisang Cavendish yang dilakukan Pemerintah Desa Bringinan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan bibit pisang Cavendish kepada sejumlah perwakilan warga.

Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam dan dikembangkan masyarakat, baik di pekarangan rumah maupun lahan pertanian. Budidaya tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Baca juga : Jembatan Merah Putih Presisi di Sawoo Rampung, Akses Empat Dukuh di Ponorogo Kembali Normal

Novita mengaku terkesan dengan inovasi yang dilakukan Kepala Desa Bringinan, Barno. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah desa untuk menciptakan program pemberdayaan masyarakat.

“Saya terkejut, saya apresiasi dan tentunya bangga karena beliau tidak hanya berperan sebagai kepala desa yang mengawal setiap kebutuhan masyarakat di desanya, di beberapa bagian budget desa yang terbatas, tapi beliau juga sudah menjadi seorang tokoh pemberdayaan yang punya ide-ide segar out of the box,” kata Novita.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong menanam pisang Cavendish di berbagai lahan yang tersedia, mulai dari pekarangan hingga area perkebunan. Pemerintah desa juga telah memikirkan aspek pemasaran agar hasil panen warga memiliki kepastian pasar.

Pisang Cavendish hasil budidaya masyarakat nantinya akan dibeli oleh kepala desa. Pola tersebut diharapkan membuat warga tidak kesulitan mencari pembeli ketika tanaman memasuki masa panen.

Novita menilai model pemberdayaan seperti itu berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa. Ia pun menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan program budidaya tersebut.

“Satu support dukungan moril, kemudian pasti nanti materi juga, kemudian nanti dukungan kebijakan juga,” ujarnya.

Baca juga : Rasya Dikukuhkan Jadi Paskibraka Kabupaten Kediri Tanpa Kehadiran Orang Tua

Ia berharap konsep pemberdayaan yang telah berjalan di Desa Bringinan dapat diterapkan di desa-desa lain di Ponorogo dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Jika digetoktularkan atau dilaksanakan di beberapa desa yang lain, tentu menjadi kebangkitan ekonomi yang besar bagi Kabupaten Ponorogo,” jelasnya.

Sementara itu, berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan masukan bagi Novita untuk diperjuangkan sesuai tugas, kewenangan, dan kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.

Menurutnya, program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat juga dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Demokrasi yang hijau saya rasa menjadi alat pacu membangun kembali kepercayaan publik terhadap seluruh unsur birokrasi yang ada,” pungkasnya.***

Reporter : Sony Prasetyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *