Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan kualitas data lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting agar berbagai data hasil survei dapat menjadi pijakan yang lebih kuat dalam menentukan kebijakan pengelolaan lingkungan.
Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, mengatakan pihaknya setiap tahun melakukan survei terhadap sejumlah indikator lingkungan. Data yang dihimpun meliputi kualitas air, udara, dan tanah yang diambil dari berbagai titik di wilayah Kabupaten Jombang.
Lokasi pengambilan data tidak hanya terpusat di satu kawasan. Survei dilakukan mulai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir sungai, termasuk kawasan perkotaan dan area industri. Seluruh hasil tersebut kemudian dianalisis dan dikomparasikan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi kualitas lingkungan di Kabupaten Jombang.
“Kami setiap tahun harus mengukur kualitas ini di titik-titik yang menyebar di wilayah Kabupaten Jombang. Kami juga butuh peningkatan kualitas dari survei yang kami lakukan,” ujar Miftahul Ulum, Jumat (2/10/2026).
Baca juga : Atap Pondok Al-Hikmah Diwek Jombang Dilalap Api, Puluhan Santri Berhamburan Keluar
Menurutnya, BPS Kabupaten Jombang menjadi salah satu mitra strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data tersebut. Kolaborasi diharapkan dapat membuat data yang dihasilkan semakin valid, lengkap, dan detail.
Ulum menilai kualitas data sangat menentukan ketepatan pemerintah dalam menyusun program maupun mengambil kebijakan di bidang lingkungan.
“Semakin valid dan lengkap data yang kami peroleh, semakin detail juga kami dalam menentukan langkah-langkah kebijakan yang akan datang,” terangnya.
Selain memantau kualitas air, udara, dan tanah, DLH Jombang juga melakukan pendataan terkait potensi timbulan sampah. Data tersebut menjadi bagian dari informasi penting dalam menyusun program pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung berbagai indikator penilaian lingkungan di tingkat nasional.
“Data-data itu menjadi dasar penting dalam perumusan program pengelolaan lingkungan, termasuk peningkatan penilaian di tingkat nasional,” imbuhnya.
Tak hanya memperkuat sistem pendataan, DLH Jombang juga menjalankan studi komparasi dengan sejumlah instansi di daerah lain. Kegiatan tersebut dilakukan untuk bertukar pengalaman, pengetahuan, serta strategi dalam menangani berbagai persoalan lingkungan.
Baca juga : Kampung Inggris Mengajar 2026 Resmi Dibuka, Polres Kediri Dorong Ruang Belajar Aman bagi Generasi Muda
Beberapa aspek yang menjadi bahan pembelajaran antara lain inovasi program unggulan seperti Adiwiyata, Program Kampung Iklim (ProKlim), dan bank sampah. DLH juga mempelajari pengelolaan sampah melalui penerapan konsep tempat pemrosesan akhir (TPA) modern.
Di bidang konservasi, studi komparasi diarahkan untuk mempelajari pengelolaan taman keanekaragaman hayati maupun suaka margasatwa. Sementara untuk pengendalian pencemaran, DLH turut mempelajari penerapan teknologi pemantauan kualitas air, termasuk Online Monitoring System.
Ulum berharap kolaborasi dengan BPS serta kegiatan studi komparasi dapat terus memperkuat kapasitas DLH dalam mengelola data dan menyusun program lingkungan.
“Dengan adanya kolaborasi bersama BPS, DLH Kabupaten Jombang optimistis kualitas data lingkungan semakin meningkat. Hal itu tidak hanya berdampak pada kinerja internal, tetapi juga pada daya saing daerah di tingkat nasional dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” pungkasnya.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin