Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Ketersediaan beras di gudang Bulog Ponorogo dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, bahkan diperkirakan aman sampai Lebaran tahun depan.
Pemimpin Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, saat ini total stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 89 ribu ton. Stok tersebut tersebar di tiga wilayah kerja, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.
Dengan jumlah stok tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi dalam beberapa bulan ke depan.
“Kita stoknya sekitar 89 ribu ton. Insya Allah stok ini perkiraan kami bisa bertahan sampai akhir tahun, bahkan bisa bertahan sampai nanti Lebaran,” kata Budiwan.
Di sisi lain, kondisi kemarau panjang sejauh ini disebut tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen maupun proses penyerapan gabah petani yang dilakukan Bulog.
Baca juga : Job Fair 2026 Ponorogo Buka Lebih dari 13 Ribu Lowongan, 4.500 Pencari Kerja Sudah Mendaftar
Bahkan, Bulog Ponorogo telah memenuhi 100 persen target penyerapan gabah yang ditetapkan pemerintah.
“Musim kemarau ini tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen. Pun saat ini Bulog Ponorogo sudah melakukan penyerapan 100 persen dari target,” jelasnya.
Meski demikian, Bulog menghadapi kondisi harga gabah di tingkat petani yang relatif tinggi. Saat ini harga gabah berada di kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dipengaruhi kualitas gabah yang dinilai cukup bagus.
Sementara itu, pemerintah memberikan penugasan kepada Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Kami terus melakukan penyerapan. Sepanjang ada petani yang mau menjual ke kami, kami akan serap. Tapi ketika harga lebih tinggi, mungkin itu pilihan petani untuk menjual di luar kami, dan itu nggak masalah,” ungkap Budiwan.
Baca juga : Dewan Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Cerme Kediri, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Ponorogo juga mulai menyiapkan sejumlah program menjelang akhir tahun. Salah satunya penyaluran bantuan pangan kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM).
Bulog juga akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk menggelar pasar murah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
Budiwan menambahkan, hingga saat ini total beras yang telah disalurkan Bulog untuk kebutuhan bantuan pangan maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 9 ribu ton.
“Kalau total yang sudah kita keluarkan untuk kebutuhan bantuan pangan maupun SPHP sekitar 9 ribu ton,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin