Jombang, LINGKARWILIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang turun tangan menyikapi keluhan bau limbah yang diduga mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 4 Jombang.
Tim medis Dinkes bersama Puskesmas Pulolor mendatangi sekolah pada Kamis (1/10/2026) untuk memberikan penyuluhan sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah siswa. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberitaan mengenai siswa yang mengalami keluhan mual hingga sesak napas akibat paparan bau yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan ayam PT Jombang Pangan Nusantara.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Fitrijah, mengatakan kedatangan tim medis tidak hanya untuk memberikan edukasi, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan siswa secara langsung.
“Hari ini kami dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Pulolor datang ke sekolah untuk melakukan yang pertama, kami melakukan penyuluhan, penyuluhan tentang kesehatan lingkungan sekolah. Kemudian yang kedua, kami juga melakukan penyuluhan tentang pangan sehat,” ujar dr. Fitrijah saat ditemui di lokasi sekolah.
Selain penyuluhan, petugas juga mengambil sampling pemeriksaan kesehatan terhadap siswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi riil para siswa sekaligus memastikan apakah masih terdapat gejala yang sebelumnya diberitakan.
Baca juga : Atap Pondok Al-Hikmah Diwek Jombang Dilalap Api, Puluhan Santri Berhamburan Keluar
“Kemudian kami juga melakukan sampling pemeriksaan terhadap siswa-siswa yang ada di SMP 4 untuk melihat apakah memang benar ada siswa yang bergejala dan apakah masih ada gejala sisa dari yang kemarin diberitakan. Jadi saat ini proses pemeriksaan sedang dilakukan, jadi untuk hasilnya nanti setelah proses pemeriksaan baru bisa kami sampaikan,” jelasnya.
Terkait keluhan siswa yang disebut mengalami mual-mual, dr. Fitrijah mengaku pihaknya belum menerima laporan secara langsung dari siswa maupun sekolah.
“Kami belum pernah menerima keluhan dari siswa. Jadi kami cuman melihat dari berita, bahwa diberitakan bahwa keluhannya adalah siswa mual-mual,” imbuhnya.
Sementara itu, dr. Wiwit yang turut mendampingi tim Dinkes menjelaskan, paparan bau yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu konsentrasi, terutama bagi siswa yang ruang kelasnya berada paling dekat dengan sumber bau.
“Kalau dampak dari bau, itu kalau secara pas awal itu pastinya kan bikin pusing ya, pusing, mengganggu konsentrasi seperti itu. Namun kalau lama, lama, lamanya lama dalam jangka waktu yang lama-lama, pasti yang pertama kan menurunkan apa ya, indra penciumannya, kan karena baunya kan terus-terusan,” paparnya.
Menurut dr. Wiwit, paparan bau secara terus-menerus dapat membuat kemampuan indra penciuman menurun. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti pendengaran yang dapat terganggu setelah terlalu lama terpapar suara keras.
Bca juga : Mas Dhito Komitmen Atasi Masalah Banjir, Jembatan Cerme Kediri Dibangun dengan Desain Baru
“Jadi kan akan menurunkan apa ya, kebalan, rasa kebas di hidung kayak kita kalau mendengarkan bunyi-bunyian yang keras kan lama-lama kan pendengaran kita menurun, nah, sama seperti penciuman juga. Nanti kalau terus-terusan ya pasti akan mengalami penurunan, mengalami gangguan konsentrasi. Secara psikologisnya apa ya, enggak itu sekolah gitu loh, apa, konsentrasinya menurun, pembelajarannya kurang konsen, nah seperti itu,” terangnya.
Meski demikian, ia menyebut dampak bau tersebut tidak dirasakan seluruh siswa secara merata. Keluhan terutama berkaitan dengan ruang kelas yang lokasinya berdekatan dengan sumber bau.
“Enggak semua. Iya, betul. Yang ruangannya yang dekat saja. Kan karena memang keluhan itu kan yang ruangannya yang dekat dengan itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang sempat terganggu akibat bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair usaha pengolahan ayam. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual hingga muntah-muntah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa dan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi daring.
Bau tidak sedap dari area PT Jombang Pangan Nusantara yang berada di sebelah bangunan sekolah tersebut disebut semakin kuat dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini kemudian memicu protes dari pihak sekolah dan wali murid serta mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup.
Kepala SMPN 4 Jombang, Slamet Agus Tri Prastyo, sebelumnya mengatakan bau menyengat sebenarnya telah tercium sejak beberapa hari sebelum kejadian mencapai puncaknya.
“Siswa sampai mual dan muntah-muntah, guru-guru juga tidak sanggup mengajar di dalam kelas. Karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak, saya langsung berkoordinasi dengan dinas untuk mengizinkan pembelajaran dialihkan secara daring,” ujar Agus pada Senin (28/9/2026).
Pihak sekolah bersama jajaran guru kemudian mendatangi lokasi pabrik yang berada tepat di samping bangunan kelas. Di lokasi tersebut, mereka menemukan air limbah cair pengolahan ayam meluap hingga masuk ke saluran got umum.
Menurut pihak sekolah, luapan tersebut diduga terjadi karena saluran sanitasi pabrik tersumbat endapan lemak dan kotoran. Selain itu, ditemukan dugaan adanya aktivitas pekerja yang tidak sesuai dengan prosedur operasional.
“Fasilitas di sini seharusnya hanya untuk pengemasan ayam, bukan tempat pencucian. Tapi ternyata pekerja melakukan pencucian di lokasi ini sehingga limbah cairnya menyumbat dan meluap,” tandas Agus.
Hingga berita ini diunggah, pihak PT Jombang Pangan Nusantara belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi ke lokasi pabrik juga belum mendapatkan keterangan dari pihak perusahaan.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin