Ponpes Kedunglo Sembelih 8 Sapi dan 99 Kambing di Hari Kedua Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Ini Infonya

Ponpes Kedunglo Sembelih 8 Sapi dan 99 Kambing d
Suasana pelaksanaan penyembelihan Hewan kurban dii Ponpes Kedunglo (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM –  Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, di hari kedua Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah masih melanjutkan proses penyembelihan sekaligus pendistribusian daging kurban secara tertib dan merata.

Yang disembelih sebanyak 8 ekor sapi dan 99 ekor kambing. Jumlah hewan kurban itu mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Perwakilan panitia kurban, Mualim, mengatakan proses penyembelihan dilakukan secara bertahap selama tiga hari agar pelaksanaannya lebih optimal.

“Alhamdulillah jumlah hewan kurban tahun ini meningkat. Hari pertama dilakukan penyembelihan dua ekor sapi, hari kedua tiga ekor sapi, sedangkan sisanya dilaksanakan pada hari terakhir. Untuk kambing juga dilakukan bertahap,” kata Mualim, Kamis (28/5/2026).

Baca juga : Iduladha di Lapas Kediri, Kurban Jadi Wujud Kepedulian dan Pembinaan Warga Binaan

Ia menjelaskan, distribusi daging kurban dilakukan melalui pengurus RT dan RW di sekitar lingkungan pondok pesantren. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan warga sekaligus memastikan pembagian berjalan merata.

“Penyaluran dilakukan lewat RT dan RW agar lebih tertib dan masyarakat dapat menerima daging kurban dengan nyaman,” ujarnya.

Panitia juga memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat karena diperoleh langsung dari peternak tanpa melalui pasar hewan.

Sementara itu, Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH, M.Si memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kurban yang digelar Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhoroh di bawah pengasuh Romo Kyai Haji Ali Fikri.

Baca juga : Dispertabun Kabupaten Kediri Salurkan Paranet Penghalau Hama untuk Petani

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Romo Kyai Haji Ali Fikri beserta keluarga besar pondok pesantren. Pembagian daging kurban dilakukan secara merata tanpa membedakan latar belakang sosial masyarakat,” tutur Abdul Rahman.

Menurutnya, kegiatan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.***

Reporter : Agus SUlistyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *