LINGKARWILIS.COM – Kepolisian Resor (Polres) Malang, Polda Jawa Timur mengerahkan tim gabungan untuk mencari seorang pria yang hilang akibat terseret ombak di Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Hingga Kamis (20/02), korban bernama Edi Santoso (31) masih belum ditemukan.
Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto, mengungkapkan bahwa pencarian Pantai Kondang Merak melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Polsek Bantur, Satpolairud Polres Malang, Koramil Bantur, LMDH Wonoraharjo serta tim Pantai Selatan Rescue (PSR). Upaya pencarian difokuskan di area palung laut yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
“Kami telah mengerahkan tim gabungan untuk menyisir perairan dengan perahu nelayan lokal dan memantau sepanjang pesisir pantai. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dan berkesinambungan. Hingga saat ini, korban masih belum ditemukan. Kami akan terus memaksimalkan pencarian dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” ujar AKP Dadang, Kamis (20/02).
Insiden ini terjadi pada Rabu (19/02) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban bersama empat rekannya berangkat dari rumah di Dusun Banjarejo, Desa Sumberbening, untuk mencari ikan dengan metode menyelam menggunakan alat snorkeling.
Polres Batu Selidiki Dugaan Pencabulan di Ponpes Batu, Delapan Saksi Diperiksa!
Setibanya di Pantai Kondang Merak sekitar pukul 17.30 WIB, mereka mulai turun ke laut pada pukul 18.00 WIB, memanfaatkan kondisi air yang sedang surut. Korban terakhir kali terlihat di sekitar palung laut bersama seorang rekannya, Anton.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Anton berteriak meminta pertolongan setelah melihat korban terseret ombak. Warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi segera berupaya memberikan bantuan menggunakan perahu nelayan lokal.
Namun, setelah sekitar 30 menit pencarian, warga hanya menemukan senter milik korban yang mengapung di permukaan air. Sementara tubuh korban tidak terlihat. Upaya mengambil senter tersebut tidak berhasil karena ombak besar yang terus menggulung peralatan itu.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban dan rekan-rekannya tidak mengetahui keberadaan palung laut yang cukup dalam dan memiliki arus yang langsung mengarah ke tengah laut. Kondisi ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terseret arus,” jelas AKP Dadang.
Dua Oknum Pemeras yang Mengaku Wartawan dan Petugas P2TP2A Ditangkap Polres Batu
Lebih lanjut, AKP Dadang menyebut bahwa korban memiliki postur tubuh kurus dengan tinggi sekitar 160 cm, rambut ikal, serta mengenakan kaos cokelat bermotif doreng dan celana legging hitam saat kejadian. Selain itu, korban juga diketahui memiliki tato di kedua lengannya dan mengenakan anting di telinga kiri. Sebelum insiden terjadi, korban bersama rekan-rekannya telah tiga hari berturut-turut mencari ikan di Pantai Kondang Merak sekitar pukul 17.00 WIB.
AKP Dadang turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi alam dan memahami karakteristik pantai, terutama di area yang memiliki palung laut.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di area laut yang berbahaya, terutama saat kondisi gelombang tidak menentu. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Reporter :Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya



