Berita  

Heboh Kasus Oplosan Pertalite Jadi Pertamax. Pertamina Ikut Angkat Bicara!

Heboh Kasus Oplosan Pertalite Jadi Pertamax. Pertamina Ikut Angkat Bicara!
Ilustrasi oplosan pertalite jadi Pertamax (Pexels/Piccinng)

LINGKARWILIS.COM – Warganet dihebohkan dengan kasus oplosan Pertalite atau RON 90 menjadi pertamax atau RON 92 hingga trending nomor 1 di pencarian media sosial X.

Kasus oplosan Pertalite menjadi Pertamax berawal dari Kejaksaan Agung yang menetapkan Direktur PT Pertamina, Patra Niaga Riva Siahaan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dugaan tata kelola minyak mentah dan produk kilang bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama selama periode 2018-2023.

Dalam temuan tersebut, Kejaksaan Agung menduga salah satu modus tersangka yakni mengoplos BBM beroktan RON 90 menjadi RON 92. Sehingga mengakibatkan negara rugi hingga Rp 193,7 triliun.

Ramainya isu oplosan Pertalite menjadi Pertamax dikalangan warga, PT Pertamina menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidaklah benar.

Disperdagkum Ponorogo Pastikan Ketersediaan BBM Bersubsidi Aman Hingga Awal 2025

PT Pertamina Angkat Bicara Soal Kasus Oplosan

Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa BBM yang beredar di masyarakat telah memenuhi spesifikasi resmi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Fadjar menjelaskan bahwa bahan bakar yang dijual kepada masyarakat telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Dirjen Migas. Ia menjelaskan bahwa RON 92 mengacu pada Pertamax, sedangkan RON 90 merujuk pada Pertalite.

Ia juga mengklarifikasi informasi yang berkembang di masyarakat tidak sepenuhnya selaras dengan pernyataan Kejaksaan Agung. Menurutnya, yang dipermasalahkan oleh Kejagung adalah pembelian BBM dengan RON 92, bukan pengoplosan bahan bakar.

“Jadi, kalau saya boleh mengulang, yang dipermasalahkan oleh Kejaksaan adalah pembelian RON 92, bukan soal pengoplosan. Mungkin terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi,” jelasnya, seperti dikutip dari Kontan.

Marak Kasus Pembunuhan dan Kekerasan Seksual di Jombang, Ratusan Warga Minta Keadilan!

Terkait kasus ini, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, diantaranya sebagai berikut:

1 RS selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga

2 SDS yang menjabat sebagai Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional

3 YF sebagai Direktur Utama PT Pertamina International Shipping

4 AP dan VP yang bertanggung jawab dalam Feedstock Management di PT Kilang Pertamina Internasional

5 MKAR sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa

6 DW yang menjabat sebagai Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim

7 serta GRJ yang merupakan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar dalam konferensi pers yang berlangsung di Kejaksaan Agung pada Senin (24/2) menjelaskan periode kasus berlangusung 2018 hingga 2023.

Menurutnya pemenuhan kebutuhan minyak mentah seharusnya mengutamakan pasokan dari dalam negeri sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018.

Namun, hasil penyelidikan mengungkap bahwa tersangka RS, SDS, dan AP diduga sengaja mengatur kebijakan dalam Rapat Optimasi Hilir (OH) untuk menurunkan readiness atau produksi kilang.

Akibatnya, produksi minyak dalam negeri tidak terserap optimal, dan kebutuhan minyak mentah lebih banyak dipenuhi melalui impor.

Total Kerugian Negara

Menurut laporan Hukumonline, kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.

Rinciannya meliputi kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri senilai Rp35 triliun, impor minyak mentah melalui broker sebesar Rp2,7 triliun, impor BBM melalui broker Rp9 triliun, serta kompensasi dan subsidi tahun 2023 masing-masing mencapai Rp126 triliun dan Rp21 triliun.

Dalam kasus ini, para tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo.
Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejaksaan Agung menegaskan bahwa penyidikan akan terus dilanjutkan guna mengungkap aktor-aktor lain yang terlibat dalam perkara ini.

Perbedaan Ron 90 dan Ron 92

RON merupakan indikator yang menggambarkan seberapa kuat bahan bakar dalam menahan detonasi atau knocking di dalam mesin.

Knocking terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar meledak sebelum waktunya. Oleh karena itu, BBM dengan nilai RON yang lebih tinggi memiliki kemampuan lebih baik untuk mengantisipasi fenomena ini, sehingga sangat cocok untuk mesin dengan rasio kompresi tinggi.

Semakin tinggi angka oktan, semakin efektif BBM tersebut dalam mencegah knocking, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi serta kinerja mesin.

Misalnya, BBM RON 90 seperti Pertalite umumnya digunakan untuk kendaraan dengan mesin berkompresi rendah hingga sedangโ€”biasanya kendaraan bermesin tua atau dengan kapasitas mesin yang kecil.

Kelebihan BBM RON 90:
– Harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan BBM ber-RON lebih tinggi.
– Sangat sesuai untuk kendaraan harian dengan spesifikasi standar.

Kekurangan BBM RON 90:
– Kurang optimal untuk kendaraan modern dengan mesin berkompresi tinggi.
– Tidak mampu memberikan efisiensi bahan bakar maksimal pada kendaraan dengan teknologi mesin canggih.

Sementara itu, BBM RON 92, seperti Pertamax, menawarkan kualitas yang lebih unggul dibandingkan RON 90 dan ideal untuk kendaraan yang menggunakan teknologi mesin modern, terutama yang memiliki kompresi sedang hingga tinggi.

Kelebihan BBM RON 92:
– Membantu menjaga kestabilan performa mesin, khususnya pada kendaraan dengan sistem injeksi.
– Mengurangi risiko knocking pada mesin dengan kompresi sedang hingga tinggi.

Kekurangan BBM RON 92:
– Harganya lebih mahal dibandingkan BBM RON 90.
– Masih kurang optimal bagi kendaraan sport atau yang memiliki performa tinggi.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D