Blitar, LINGKARWILIS.COM – Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar menjadi sorotan publik setelah dijadikan lokasi syuting video klip lagu “Iclik Cinta” oleh penyanyi Mala Agatha.
Lagu yang dianggap tidak mendidik ini menuai kecaman, terutama karena pengambilan gambar dilakukan di kawasan Makam dan Perpustakaan Nasional Bung Karno, yang memiliki nilai historis dan sakral bagi bangsa Indonesia.
Sejumlah elemen masyarakat, termasuk Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Blitar, mengecam keras produksi video tersebut. Mereka bahkan berencana mengadukan pihak penggarap video klip ke kepolisian.
Baca juga : BPOM Kediri Gelar Sidak Takjil Ramadan, Hasil Uji Sampel Aman
“Makam Bung Karno adalah simbol perjuangan dan pengorbanan yang memiliki makna mendalam bagi bangsa. Pembuatan video klip dengan judul yang tidak senonoh di lokasi ini menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap nilai sejarah dan budaya,” ujar Ketua DPC GMNI Blitar, Vita Nerizza Permai, Jumat (7/3/2025).
Vita menegaskan bahwa tindakan rumah produksi yang menggarap video tersebut mencerminkan kurangnya tanggung jawab moral dalam berkarya. Menurutnya, pemanfaatan lokasi bersejarah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang melarang perbuatan yang dapat mengurangi nilai penting situs bersejarah.
“Pasal 66 menyatakan bahwa setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya, baik secara fisik maupun nonfisik. Tindakan rumah produksi ini jelas melanggar ketentuan tersebut,” tegasnya.
Baca juga : Inter Kediri Tunjuk Budiardjo Thalib sebagai Pelatih Kepala untuk Liga 4 Nasional
Atas dugaan pelanggaran tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Blitar Kota dan berencana melayangkan aduan resmi. Vita berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan, termasuk memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam produksi video tersebut.
Selain mendesak penegakan hukum, GMNI Blitar juga mengingatkan para pelaku seni dan kreator konten untuk tetap menghormati nilai sejarah dan norma budaya dalam berkarya.
“Kreativitas dalam seni dan budaya tentu penting, tetapi harus tetap memperhatikan etika serta nilai-nilai sejarah yang ada,” pungkas Vita.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak rumah produksi video klip “Iclik Cinta” belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang terjadi.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





