Kediri, LINGKARWILIS.COM – Di tengah maraknya anak-anak yang sibuk dengan gawai selama libur sekolah, Farel, bocah asal Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, memilih menghabiskan waktu dengan cara berbeda.
Setiap sore, ia menunggu waktu berbuka puasa dengan memancing di sungai depan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk PLN di Jalan Kapten Tendean.
Bagi Farel, memancing bukan sekadar hobi, tetapi juga cara mengalihkan perhatian agar puasa terasa lebih ringan.
Baca juga : Pemprov Jatim Salurkan 8.000 Dosis Vaksin Khusus untuk Sapi Perah di Kediri
“Kalau di rumah terus, rasanya buka puasa masih lama. Tapi kalau mancing, tahu-tahu sudah azan Magrib,” ujarnya sambil melempar kail ke air.
Sungai tersebut masih menjadi habitat berbagai jenis ikan seperti mujair, sepat, dan lele, yang sering menjadi hasil tangkapannya.
Keseruan saat kailnya disambar ikan memberikan sensasi tersendiri, menjadikan aktivitas ini sebagai hiburan yang menyenangkan.
Baca juga : BPOM Kediri Gelar Sidak Takjil Ramadan, Hasil Uji Sampel Aman
Tradisi memancing di lokasi ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh Farel. Banyak anak-anak, bahkan warga usia dewasa di sekitar lingkungan tersebut juga sering terlihat membawa joran, menikmati sore di tepi sungai dengan arusnya yang tenang.
Kesederhanaan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bisa ditemukan di mana saja—bahkan di pinggir sungai, menunggu senja datang dan azan Magrib berkumandang.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





