LINGKARWILIS.COM – Menjelang Lebaran, Stasiun Jombang dipadati ribuan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman. Lonjakan jumlah penumpang yang signifikan juga berdampak pada ketersediaan tiket kereta api yang hampir habis terjual.
Pada Jumat (21/3/2025) siang, suasana di stasiun semakin ramai dengan calon penumpang yang memenuhi ruang tunggu. Sebelum menaiki kereta, mereka harus mencetak tiket dan menjalani pemeriksaan identitas oleh petugas.
Supervisor Pelayanan dan Komersial Stasiun Jombang, Waluyo, mengungkapkan bahwa PT KAI Daop 7 Madiun telah menyediakan 85 ribu kursi selama periode angkutan Lebaran, dengan sekitar 20 persen di antaranya masih tersedia untuk keberangkatan dari Stasiun Jombang.
Ia juga mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang harian hingga 50-80 persen dibandingkan hari biasa. Jika biasanya hanya sekitar 600 penumpang, kini jumlahnya melonjak hingga 1.700 orang per hari.
Santri Lansia di Jombang Jalani Ramadan dengan Mengaji di Pondok Pesantren
“Dimana untuk perjalanan jarak jauh, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 500 hingga 700 orang per hari, sedangkan untuk KA lokal berkisar 600 hingga 1.000 orang,” kata Waluyo.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, PT KAI Daop 7 Madiun menambah satu rangkaian kereta yang melintasi Stasiun Jombang selama masa angkutan Lebaran, yang berlangsung selama 22 hari dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
“Kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam sepekan sebelum Lebaran,” tambah Waluyo.
Sementara itu, salah satu pemudik, Siti Nur Nabila, mengaku lebih memilih menggunakan kereta api setiap kali mudik Lebaran. Menurutnya, moda transportasi ini lebih nyaman dan bebas dari kemacetan.
“Saya mudik dari Jombang ke Jogja selama sekitar tiga minggu. Dari dulu selalu naik kereta karena lebih enak dan praktis,” tutupnya. (st2/ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





