LINGKARWILIS.COM – Willie Salim konten kreator asal Jakarta kembali menjadi perbincangan usai video konten bagi-bagi rendang 200 kg di Palembang viral di media sosial.
Hal yang menjadi pemantik dalam konten tersebut yaitu daging rendang 200 kg yang sedang dimasak habis begitu saja saat ditinggal Willie Salim beberapa menit ke kamar mandi padahal ada aparat keamanan di sana.
Banyak orang termasuk para artis berspekulasi bahwa konten daging rendang 200 kg yang habis dalam beberapa menit hanyalah settingan belaka, karena hal tersebut tidak bisa diterima secara logika.
Salah satunya Helmi Yahya, dalam akun Instagram resminya dia mengatakan konten rendang yang dibuat Willie Salim itu bisa menimbulkan citra negatif terhadap masyarakar Palembang.
Daftar 10 Film yang Dibintangi Angga Yunanda, Suami Shenina Cinnamon
Dia juga menambahkan supaya Willie belajar untuk membangun perencanaan yang tepat agar orang tidak menimbulkan kegagalan bagi orang lain.
“Berempatilah pada masyarakat yabg sudah dibikin kecewa atau marah Semoga kita sama2 mengambil hikmahnya. Jayalah terus, Palembang! Sampai kapanpun Palembang akan aku banggakan. Terima kasih @williamsaputra.daddy yg sdh menginisiasi pertemuan ini.”
Timbulnya dari berbagai pihak sampai membuat Sultan Palembang ikut turun tangan atas konten yang dibuat Willie itu.
Dalam sebuah video singkat, Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo RM. Fauwaz Diradja, menyampaikan pernyataan tegas serta melayangkan tuntutan terhadap Willie Salim. Tuntutan tersebut berkaitan dengan kontroversi rendang Palembang yang belakangan menjadi perbincangan hangat.
Diduga Jadi Korban TPPO di Malaysia, Bapak Ini Kaget Anaknya Telah Menikah dan Melahirkan
Tak hanya itu, Sultan Palembang bersama masyarakat juga menegaskan bahwa jika Willie Salim tidak memenuhi tuntutan tersebut, maka ia akan dilarang menginjakkan kaki di Palembang seumur hidupnya.
Berikut lima tuntutan yang disampaikan oleh Sultan Palembang pada 24 Maret 2025:
1 Meminta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Secara Langsung
Willie diminta untuk mengklarifikasi pernyataannya secara jujur serta menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang. Permintaan maaf ini tidak boleh hanya melalui video di media sosial, tetapi harus disampaikan dalam rapat adat Kesultanan Palembang Darussalam.
2 Menjalani Tradisi Tepung Tawar
Sebagai bentuk tanggung jawab atas ujaran yang dianggap menyinggung (*cempau mulut*), Willie Salim diminta menjalani prosesi adat ‘tepung tawar’ sesuai dengan tradisi Melayu Palembang yang tertuang dalam kitab hukum Simbol Cahaya.
3 Menghapus Konten yang Menyinggung
Semua video yang berkaitan dengan kegiatan memasak rendang di Benteng Kuto Besak (BKB), yang dinilai mengandung unsur penghinaan, perundungan, dan fitnah, harus dihapus dari seluruh platform media sosial, termasuk YouTube, Instagram, TikTok, Facebook, serta lainnya.
4 Mendukung Proses Hukum
Kesultanan Palembang Darussalam mendukung penuh langkah hukum yang akan ditempuh oleh masyarakat Palembang terhadap Willie Salim terkait kasus ini.
5 Sanksi Sosial: Larangan Masuk Palembang Seumur Hidup
Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, Kesultanan Palembang Darussalam bersama masyarakat akan menjatuhkan kutukan kepada Willie Salim serta melarangnya datang ke Palembang sepanjang hidupnya.
Pernyataan Sultan Palembang ini semakin mempertegas sikap masyarakat yang merasa tersinggung dengan tindakan Willie Salim dalam kasus rendang Palembang. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Willie terkait tuntutan tersebut.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

