BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Blitar terus menunjukkan progres signifikan. Tiga titik utama menjadi fokus percepatan pekerjaan, dengan target membuka akses yang menghubungkan wilayah Blitar ke Tulungagung dan Malang.
Dua titik pembangunan JLS yang saat ini dalam proses berada di segmen Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto menuju Kecamatan Bakung, serta dari Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo ke Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates.
Sementara itu, jalur JLS yang menghubungkan Tambakrejo ke Pantai Serang telah rampung dan sudah difungsikan sebagai akses utama ke destinasi wisata unggulan Kabupaten Blitar tersebut. Meski demikian, jalur dari Pantai Jolosutro menuju Tulungagung masih belum sepenuhnya tersambung.
Baca juga : Bupati Kediri Mas Dhito Ikuti Halal Bihalal Lingkungan, Dikenal Sosok yang Ramah dan Suka Vespa
PPK 2.7 Pansela 2 Jawa Timur, Leo Aditya Mahardika, menyebutkan bahwa pembangunan ruas JLS dari simpang Jolosutro ke Ringinrejo, Kecamatan Wates, sepanjang 7,5 kilometer kini memasuki tahap perataan lahan.
“Proses pembangunan akan berjalan optimal setelah pembebasan lahan milik warga diselesaikan. Hal ini sudah kami komunikasikan dengan pemerintah daerah setempat,” ujarnya kemarin.
Jalur ini nantinya akan membuka akses antara sejumlah pantai di Kecamatan Panggungrejo dan Wates, termasuk Pantai Serang dan Pantai Pehpulo di Desa Sumbersih. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang masuk dalam program strategis nasional.
Baca juga : Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Prioritaskan Anak dari Keluarga Tidak Mampu
Bupati Blitar, Rijanto, menegaskan bahwa pembebasan lahan menjadi prioritas agar pembangunan tidak terhambat. Menurutnya, keberadaan JLS sangat vital sebagai jalur alternatif lintas selatan dan akan mempercepat konektivitas antara Kabupaten Blitar dengan Tulungagung di barat dan Malang di timur.
“Sepanjang JLS ini, masyarakat dan wisatawan akan disuguhi pemandangan pesisir yang luar biasa. Ada puluhan pantai yang bisa diakses langsung dari jalur ini,” tutur Rijanto.
Dari hasil pemetaan, terdapat 52 bidang tanah milik warga yang perlu dibebaskan, selain lahan milik Perhutani. Untuk menyokong pembangunan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar. Salah satunya, pembangunan JLS dari Jolosutro ke Ringinrejo dialokasikan dana mencapai Rp309 miliar.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






