LINGKARWILIS.COM – Film Pabrik Gula saat ini sedang menjadi film yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat.
Tidak hanya kisah yang diangkat, lokasi syuting dari film Pabrik Gula karya Awi Suryadi ini juga menjadi perbincangan hangat masyarakat.
Pabrik Gula Gondang Winangoen menjadi lokasi yang dipilih untuk syuting film yang berhasil mendapat penonton terbanyak di musim libur Lebaran ini.
Hal tersebut membuat banyak orang mencari tahu tentang Pabrik Gula Gondang Winangoen yang menjadi lokasi syuting film yang juga dimainkan oleh Erika Carlina.
Dalam artikel ini kami akan mengulas tentang kisah sejarah dari film Pabrik Gula Gondang Winangoen yang dipilih untuk menjadi lokasi syuting film Pabrik Gula.
Diduga Gunakan Izin UMKM, Pengurukan Lahan Pabrik Rokok di Nganjuk Disorot
Sejarah Pabrik Gula Gondang Winangoen
Berlokasi di tepi Jalan YogyaβSolo kilometer 55, tepatnya di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Pabrik Gula Gondang Winangoen dikenal sebagai salah satu pabrik gula tertua di Indonesia.
Melansir dari laman Tempo, pabrik ini dibangun pada tahun 1860 oleh perusahaan kolonial Belanda bernama NV Klattensche Cultuur Maatschappij dengan kantor pusat di Amsterdam.
Selanjutnya, pengelolaan pabrik diteruskan oleh NV Mirandolle Vaut & Co, sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Semarang.
Berdasarkan informasi dari laman Kemendikbud dan Undip, selama lebih dari seratus tahun, pabrik ini beroperasi sebagai pusat pengolahan tebu menjadi gula.
Kegiatan produksi di pabrik ini akhirnya diberhentikan secara resmi pada tahun 2017 lalu.
Meskipun suara mesin penggiling telah terhenti, keberadaan dan makna dari bangunan ini tidak serta-merta lenyap.
Pada tahun 2009, kawasan pabrik ini dialihfungsikan menjadi Agrowisata Gondang Winangoen.
Agrowisata Gondang Winangoen merupakan destinasi wisata yang mengusung konsep edukasi dan rekreasi, namun tetap mempertahankan ciri khas bangunan kolonial Belanda.
Transformasi ini berhasil menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai ruang publik yang dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat kuat di setiap sudutnya.
Salah satu daya tarik utama yang ada di kawasan ini adalah Museum Gula Jawa Tengah.
Museum tersebut diresmikan pada 11 September 1982 atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah saat itu, H. Soepardjo Roestam, dengan dukungan Direktur Utama PTP XV-XVI (Persero), Ir. Waryatmo.
Museum ini menempati bangunan bekas rumah kolonial yang dahulu difungsikan sebagai tempat tinggal administratur pabrik, dan kini menyimpan koleksi bersejarah yang autentik dan beragam.
Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai alat dan artefak bersejarah yang digunakan dalam produksi gula, mulai dari mesin uap buatan Perancis tahun 1884 hingga peralatan pertanian tradisional seperti garpu, sabit, pacul, dan lempak.
Selain itu, terdapat pula diorama proses produksi gula dan perkebunan tebu, serta dokumentasi foto-foto aktivitas pabrik sejak awal abad ke-20 yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.
Tak hanya menampilkan peralatan produksi, museum ini juga menyimpan koleksi alat komunikasi klasik seperti mesin ketik dan mesin hitung di era kolonial.
Saat ini Pabrik Gula Gondang Winangoen semakin dikenal luas oleh masyarakat setelah menjadi lokasi syuting film Pabrik Gula yang sedang tayang di bioskop.
Penulis: Rafika Pungki Wilujeng
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya



