KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Kediri, H. Murdi Hantoro, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Pelepasan Pelajar Kediri Berbudaya 2025 yang dinilai sebagai alternatif wisuda yang lebih inklusif dan bermanfaat.
Menurut Murdi, konsep festival ini menggantikan tradisi wisuda konvensional dengan kegiatan yang lebih menyentuh aspek sosial dan kebudayaan, tanpa membebani siswa maupun orang tua dengan biaya tambahan.
“Konsep ini sangat baik karena tidak ada pungutan untuk kegiatan perpisahan. Tidak hanya meringankan beban orang tua, tapi juga memberi ruang bagi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial mereka,” ujarnya, Senin (5/5/2025).
Baca juga : Wabup Kediri Pimpin Upacara Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-29
Ia menyebutkan bahwa acara seperti ini dapat mengarahkan siswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti doa bersama dan bakti sosial, serta membangun kepekaan terhadap teman-teman dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Murdi juga menekankan pentingnya keberlanjutan konsep ini di tahun-tahun mendatang. Ia memuji pendekatan lomba antar sekolah yang dinilainya dapat mendorong kreativitas dan kepedulian sosial siswa.
“Setiap sekolah memiliki kebebasan merancang kegiatan pelepasan yang mendidik dan penuh makna. Terlebih, pembiayaan acara berasal dari sponsor atau pihak eksternal yang mendukung pendidikan,” tambah politisi senior dari PDI Perjuangan ini.
Baca juga : Tim KBI Kota Kediri Bawa Pulang 6 Medali dari Kejurprov 2025, Ksatria Muda Tunjukkan Taji
Ia berharap festival semacam ini bisa menjadi bagian dari budaya pendidikan di Kabupaten Kediri yang menumbuhkan semangat gotong royong dan nilai-nilai sosial sejak dini.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





