CIBUBUR, LINGKARWILIS.COM — Guru Besar Ilmu Baitul Maqdis, Prof. Dr. Abd Al-Fattah el-Awaisi, menegaskan bahwa kehancuran negara Israel hanyalah persoalan waktu, sebagaimana telah dinubuatkan dalam Al-Qur’an.
Hal itu disampaikannya dalam acara silaturahim dan tausiyah di Masjid At-Taqwa, Cibubur, pada Rabu malam (7/5/2025), di hadapan para tokoh dan aktivis kepalestinaan, mahasiswa, serta jamaah umum.
“Kita mengimani firman Allah tentang kehancuran Bani Israel, ketika mereka bercampur baur dengan musuhnya. Dan saat inilah kondisi itu terjadi di Palestina,” ujar Prof. El-Awaisi, seperti dilansir dari laman Minanews.
Tokoh yang dikenal sebagai Pendiri Studi Penelitian Islamic Jerusalem dan anggota Royal Historical Society Inggris Raya ini juga mengutip Surat Al-Isra ayat 104 dan ayat 7, sebagai dasar keyakinan bahwa masa depan Israel telah digariskan dalam wahyu Ilahi, bukan dalam deklarasi politik seperti Janji Balfour atau Janji Trump.
Baca juga : Stok Ternak Kurban di Kabupaten Kediri 2025 Aman, 12 Ribu Sapi Siap Disembelih
“Ini ayat Allah, ini janji Allah. Bukan janji Balfour atau janji Trump. Apakah kita beriman pada janji Allah?” tanyanya, yang langsung disambut serempak hadirin, “Kami beriman!”
Penulis buku “Rencana Strategis Pembebasan Masjid Al-Aqsa” itu menjelaskan bahwa berdirinya negara Israel pada tahun 1948, disertai migrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina, justru merupakan bagian dari tanda-tanda kehancurannya.
“Ketika mereka dikumpulkan dalam satu wilayah dan bercampur bersama para pejuang Palestina, di situlah tanda kehancuran itu semakin dekat,” tegasnya.
Di akhir ceramahnya, Prof. El-Awaisi mengajak umat Islam untuk terus berjuang secara istiqamah, berlandaskan ilmu dan keimanan, hingga umat Islam bisa menunaikan shalat berjamaah di Masjid Al-Aqsa dalam keadaan merdeka dan terhormat.
Baca juga : Puluhan Siswa SD Kunjungi Polres Kediri, Dapat Edukasi Hukum Sejak Dini
Ia lalu memimpin doa bersama:
“Allahumma inni as’aluka shalatan fi masjidil aqsa wahua hurrun aziiz,”
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk dapat shalat di Masjid Al-Aqsa dalam keadaan bebas dan terhormat).
Silaturahim ini turut dihadiri oleh KH Yakhsyallah Mansur, MA, Pembina Aqsa Working Group (AWG), para pengurus AWG, DKM Masjid At-Taqwa, serta para asatidz dan pemuda pecinta Baitul Maqdis.
Kunjungan Prof. El-Awaisi ke Indonesia merupakan bagian dari agenda Daurah Saladin Camp bertema “Memperkuat Ilmu, Mempersiapkan Pembebasan Baitul Maqdis.” Daurah ini telah digelar mulai dari tingkat Basic dan Intermediate I di Kampung Maghfirah, Bogor (26 April–2 Mei 2025), hingga Intermediate II di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat (3–5 Mei 2025).***
Editor : Hadiyin





