LINGKARWILIS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tulungagung sejak Rabu siang hingga malam hari menyebabkan talut pada Jembatan Brenggolo di Desa Sukorejo, Kecamatan Karangrejo, mengalami ambles. Peristiwa ini memaksa warga setempat untuk menggunakan jalur alternatif karena sebagian badan jalan juga ikut tergerus.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma menjelaskan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 12.00 WIB pada Rabu (13/5/2025) dan baru reda sekitar pukul 21.00 WIB. Curah hujan yang tinggi itu berdampak langsung pada konstruksi talut yang berada di sisi timur jembatan.
“Lokasi talut yang ambles ini berada pada sisi timur jembatan dan mengakibatkan badan jalan ikut ambles setelah hujan deras kemarin,” kata Gilang Zelakusuma, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, talut mengalami ambles dengan kedalaman dan lebar masing-masing mencapai tujuh meter. Akibatnya, sekitar dua meter badan jalan turut tergerus, membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas di jalur tersebut.
Aksi Pencurian Motor di Malang Berakhir Tragis, Pelaku Tewas Dikeroyok Warga
Ia juga menyebutkan bahwa tinggi debit air sungai yang mengalir di bawah Jembatan Brenggolo turut memperparah kondisi talut. Bahkan, peristiwa serupa sempat terjadi pada April 2025 lalu, meski dampaknya saat itu tidak sedalam kali ini. BPBD kala itu telah melakukan penanganan awal dengan memasang bronjong dan karung berisi pasir.
“Saat itu kami sudah ada upaya memasang bronjong dan karung pasir, tetapi dikarenakan beberapa hari terakhir hujan deras kembali terjadi dan debit sungai meluap, amblesnya talut itu semakin parah,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Gilang meminta warga untuk menutup sementara akses jalan di sekitar jembatan demi menghindari risiko longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
BPBD Tulungagung juga tengah menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi guna melakukan penanganan lanjutan terhadap talut yang rusak tersebut. Mengingat skala kerusakan, perbaikan diperkirakan akan memerlukan anggaran yang cukup besar.
“Kami juga akan berupaya untuk meminta bantuan bronjong dan karung pasir ke BPBD Provinsi Jawa Timur, yang nantinya kami gunakan untuk perbaikan sementara mencegah longsor lebih parah,” pungkasnya.





