Berita  

Jaringan Grup Facebook Fantasi Sedarah Berhasil Diringkus Polisi, Kemenag RI Berikan Tanggapan!

Jaringan Grup Facebook Fantasi Sedarah Berhasil Diringkus Polisi, Kemenag RI Berikan Tanggapan!
Enam pelaku grup Facebook Fantasi Sedarah (Twitter/@poin_opini)

LINGKARWILIS.COM – Kepolisian berhasil mengungkap dan menangkap enam pelaku yang tergabung dalam grup Facebook Fantasi Sedarah yakni sebuah komunitas digital yang berisi konten penyimpangan seksual, termasuk eksploitasi terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Penangkapan pelaku grup Facebook Fantasi sedarah merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Para pelaku Fantasi Sedarah diamankan secara bertahap dari berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga Sumatera, berdasarkan informasi yang didapat dari berbagai sumber tersangka pertama yang diringkus adalah DK, pemilik akun Facebook Alesa Bafon dan Ranta Talisya.

Ia diamankan pada Sabtu, 17 Mei 2025 di Jawa Barat, DK diketahui memanfaatkan grup tersebut untuk kepentingan pribadi dengan menjual konten pornografi anak seharga Rp50.000 untuk 20 konten dan Rp100.000 untuk 40 konten video atau foto.

Remaja 17 Tahun di Ponorogo Meninggal Saat Latihan Silat, Polisi dan RS Ungkap Temuan Awal

Selanjutnya, penyidik menangkap MR yang disebut sebagai kreator sekaligus admin grup Fantasi Sedarah. MR diamankan pada Senin, 19 Mei 2025 di Jawa Barat dengan motif diduga murni karena kepuasan pribadi dan keinginan berbagi konten sesat tersebut dengan anggota lain di dalam grup.

Lalu ada MS berperan sebagai anggota sekaligus kontributor aktif, dirinya ditangkap di Jawa Tengah pada hari yang sama. Dalam pemeriksaan, MS mengaku pernah membuat video asusila bersama anak kandungnya sendiri menggunakan telepon genggam pribadinya.

Tersangka keempat adalah MA, pemilik akun Facebook Rajawali yang aktif mengunggah ulang konten tersebut ke grup, ditangkap pada Selasa, 20 Mei 2025 di Lampung. Dari perangkat milik MA, polisi menemukan 66 gambar dan dua video yang mengandung unsur pornografi anak.

Kemudian KA dengan akun Temon-temon juga berhasil diringkus di Jawa Barat pada Senin, 19 Mei 2025. KA diduga merupakan kontributor aktif di grup Suka Duka yang masih berkaitan dengan jaringan penyimpangan serupa.

Penangkapan keenam dilakukan terhadap MJ yang sebelumnya sudah berstatus sebagai buronan Polresta Bengkulu. MJ terlibat dalam pembuatan konten asusila dengan korban anak menggunakan perangkat miliknya sendiri.

Pihak kepolisian membuka peluang untuk penambahan tersangka baru, mengingat penyidikan terhadap para pelaku masih terus berlanjut. Jejak digital dan keterangan para tersangka akan menjadi dasar untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Pemkot Batu Ubah TPA Tlekung Jadi TPS Terpadu dengan Teknologi Biokomposter

Tanggapan Kemenag RI Soal Grup FB Fantasi Sedarah

Sebelumya, grup Facebook Fantasi Sedarah sempat menggegerkan publik setelah isi percakapannya tersebar luas di media sosial seperti X dan Instagram. Grup ini diketahui memiliki ribuan anggota dan telah menjadi tempat berbagi konten menyimpang secara bebas.

Menanggapi hal ini, Kementerian Agama RI menegaskan larangan tegas terhadap segala bentuk relasi seksual maupun pernikahan dengan mahram. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat menekankan bahwa batas antara mahram dalam Islam adalah mutlak dan tidak boleh dilanggar termasuk dalam bentuk konten digital.

Ia menyatakan bahwa tindakan menyimpang seperti menjadikan hubungan mahram sebagai objek fantasi adalah pelanggaran terhadap nilai syariat dan etika sosial.

Selain aspek keagamaan, Arsad juga menyoroti dampak medis dan sosial yang ditimbulkan dari hubungan antar-mahram, seperti potensi kelainan genetik hingga trauma psikologis.

Ia menegaskan, segala bentuk eksploitasi seksual terhadap anak dan relasi sedarah tidak hanya haram secara agama, tetapi juga kejahatan pidana yang tidak bisa ditoleransi.

β€œApa pun bentuknya, entah itu pernikahan, hubungan seksual, maupun eksplorasi fantasi terhadap mahram, semuanya bertentangan dengan prinsip moral, agama, dan hukum,” tegasnya yang dilansir dari laman Kementerian Agama Republik Indonesia.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D