KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memasuki bulan Muharam atau yang dikenal sebagai Bulan Suro, aktivitas di Pasar Grosir Kota Kediri terlihat menurun drastis. Banyak pedagang memutuskan untuk menghentikan aktivitas jual-beli sementara demi pulang kampung dan menjalani tradisi Suroan di daerah asal mereka.
Hal ini dibenarkan oleh Saenudin, Koordinator Pasar Grosir Kota Kediri. Ia mengatakan bahwa fenomena ini merupakan rutinitas tahunan.
“Setiap memasuki Suro, para pedagang biasanya pulang kampung untuk melaksanakan tradisi adat. Seperti kemarin, pedagang buah di Blok G mengadakan selamatan, dilanjutkan dengan hiburan musik elektone yang turut menghadirkan bintang tamu Brudin. Kegiatan semacam ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk doa untuk kelancaran usaha, keselamatan, dan menjaga keharmonisan antar sesama pedagang,” terang Saenudin saat ditemui pada Minggu (29/6/2025).
Baca juga : Stok Darah di PMI Kota Kediri Capai 380 Kantong, Warga Tetap Diimbau Rutin Berdonor
Ia menambahkan bahwa seluruh kebutuhan acara ditanggung secara swadaya oleh para pedagang. Setelah pedagang buah, giliran pedagang sayur yang dikabarkan akan menggelar kegiatan serupa, meski belum dipastikan waktunya.
Wahyu, salah satu pedagang semangka, turut menyampaikan alasannya memilih libur saat Suro. “Saya pulang kampung karena mengikuti tradisi keluarga.
Selain itu, kondisi pasar juga sedang sepi karena banyak rekan sesama pedagang yang juga libur. Biasanya, aktivitas pasar akan kembali ramai setelah libur berlangsung sekitar satu minggu,” ujarnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





