Jelang Suroan, Tiga Pilar Tosaren Tegaskan Pentingnya Keamanan Saat Tradisi Bersih Desa

Jelang Suroan, Tiga Pilar Tosaren Tegaskan Pentingnya Keamanan Saat Tradisi Bersih Desa
sosialisasi tiga pilar bersama warga di lingkungan Cakarsi (Bidu)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menyongsong pelaksanaan ritual budaya Bersih Desa dan peringatan Suroan di Lingkungan Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, unsur tiga pilar yakni Lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi terkait pentingnya menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, warga diimbau agar senantiasa mengedepankan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) selama berlangsungnya rangkaian tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Lurah Tosaren, Joko Prayitno, S.E., menegaskan bahwa pelestarian budaya harus selaras dengan upaya menciptakan suasana lingkungan yang aman dan kondusif. Ia menyampaikan bahwa setiap warga harus ikut berperan aktif menjaga ketertiban saat pelaksanaan acara.

Baca juga : Rotasi Jabatan, Kapolres Kediri dan Kapolres Kediri Kota Resmi Berganti

“Tradisi seperti Bersih Desa bukan sekadar seremoni budaya, tapi juga momentum kebersamaan yang harus dijaga dari potensi gangguan. Karena itu, kami tekankan pentingnya sinergi masyarakat dalam menjaga ketentraman lingkungan,” kata Lurah Joko saat ditemui pada Selasa (8/7/2025).

Ia menambahkan, keterlibatan semua unsur masyarakat akan menjadi fondasi keberhasilan acara. Terlebih, Bersih Desa merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur dan ungkapan rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang diterima.

Kegiatan sosialisasi itu sendiri disambut hangat oleh warga Lingkungan Cakarwesi. Mereka menyatakan kesiapan mengikuti arahan yang telah disampaikan serta berkomitmen menjaga kerukunan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Baca juga : Liburan Bermakna, Puluhan Pelajar di Kediri Asah Bakat Seni Tari

Tradisi Bersih Desa dan Suroan di Tosaren rencananya akan diisi dengan doa bersama, penyajian tumpeng, dan berbagai simbol budaya lainnya yang menggambarkan rasa syukur serta penghormatan terhadap tradisi warisan leluhur.

“Kami yakin, dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar, aman, dan sarat makna,” pungkas Joko.***

Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D