PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Ponorogo kembali menyisakan pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan setempat. Dari total 56 SMP Negeri, sebanyak 45 sekolah diketahui belum berhasil memenuhi kuota siswa yang ditargetkan.
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengungkapkan, kondisi ini paling banyak terjadi di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran. Sementara sekolah-sekolah yang berada di wilayah kota telah memenuhi pagu yang ditetapkan.
“Sebanyak 11 SMP Negeri yang berada di pusat kota berhasil memenuhi target. Sementara sisanya masih kekurangan, bahkan ada empat sekolah yang hanya mendapat siswa di bawah 10 orang,” terang Nurhadi kepada awak media, Kamis (10/7/2025).
Baca juga : Diduga Edarkan Sabu-Sabu, Pemuda Asal Tarokan Diciduk Satresnarkoba Polres Kediri Kota
Menurut Nurhadi, pihaknya sebenarnya telah mengantisipasi ketimpangan ini dengan membatasi kuota di sekolah-sekolah unggulan agar distribusi peserta didik lebih merata. Namun, kondisi geografis dan jumlah lulusan SD yang minim di beberapa daerah menjadi penyebab utama sepinya pendaftar.
“Kami menyadari ini adalah persoalan klasik. Terutama di wilayah dengan output lulusan SD yang rendah, seperti di Kecamatan Ngrayun. Tentu berdampak langsung ke jumlah pendaftar SMP,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada rencana konkret dari Dindik untuk melakukan penggabungan (merger) terhadap sekolah-sekolah yang kekurangan siswa tersebut. Nurhadi menegaskan bahwa negara tetap berkewajiban menyediakan layanan pendidikan meski jumlah muridnya terbatas.
Baca juga : PDAM Kota Kediri Beri Diskon Pemasangan Baru Hingga 30 Persen, Berlaku Tiga Bulan
“Sekolah-sekolah ini adalah fasilitas negara. Kita harus tetap hadir, apapun kondisinya. Minimal, satu desa tetap memiliki akses terhadap layanan pendidikan dasar,” tegasnya.
Evaluasi menyeluruh terhadap hasil PPDB tahun ini akan dilakukan, guna merumuskan strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran di tahun-tahun mendatang.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





