KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Ratusan warga Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tumpah ruah dalam gelaran Kirab Tumpeng Suro yang digelar Sabtu (12/7/2025) sore. Agenda tahunan ini menjadi bagian dari tradisi “nguri-nguri budaya” sekaligus peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dan bentuk rasa syukur atas hasil panen.
Kegiatan kirab dimulai pukul 14.00 WIB dari Balai Desa Janti dan menempuh jarak sekitar dua kilometer, melintasi Dusun Gemenggeng dan Dusun Grojokan hingga berakhir di Petilasan Dewi Sekartaji—situs yang diyakini menyimpan nilai sejarah dan spiritual masyarakat setempat.
Sebanyak 875 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kirab ini. Mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kader PKK, hingga warga dari seluruh RT/RW, termasuk anak-anak dan kaum muda. Mereka membawa puluhan tumpeng yang dihias dengan hasil bumi dan jajanan tradisional.
Kepala Desa Janti, Ir. H. Muryadi, yang memimpin langsung kirab bersama sang istri, menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme warga.
Baca juga : Sebanyak 210 Pelanggar Ditindak, Polisi Kediri Kota Tegaskan Pentingnya Tertib Lalu Lintas
“Ini tahun ketiga sejak saya menjabat. Semangat warga luar biasa. Kami ingin terus melestarikan budaya lokal dan memperkuat kebersamaan antarwarga,” ungkapnya.
Muryadi menambahkan bahwa kirab ini juga menjadi bagian dari upaya mengangkat destinasi wisata Petilasan Dewi Sekartaji, sekaligus mendorong dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Desa Janti.
“Cerita legenda Dewi Sekartaji harus terus disampaikan. Supaya masyarakat luas tahu, bahwa Desa Janti punya potensi budaya dan wisata yang kuat,” katanya.
Kirab juga dimeriahkan oleh seni gamelan, tari tradisional, hingga drum band yang mengiringi perjalanan menuju petilasan. Para peserta mengenakan busana adat Jawa yang menambah nuansa sakral dan semarak kegiatan.
Setibanya di lokasi, puluhan tumpeng kemudian didoakan bersama, lalu dibagikan kepada warga dalam suasana penuh keakraban.
Baca juga : BPBD Kabupaten Kediri Genjot Latihan Vertical Climbing Jelang Event Se-Jatim
“Saya senang sekali, bisa dapat sayur, buah, dan jajanan. Capek kirabnya terbayar,” ujar Zuliana, warga Dusun Grojokan.
Camat Wates, Subur Widodo, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan dan semangat warga Janti.
“Ini kirab yang luar biasa. Pesertanya lengkap dari semua lapisan masyarakat. Tradisi seperti ini harus dijaga agar tidak punah,” tegasnya.
Ia menilai, acara tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membangun Kediri Berbudaya. Ia berharap, petilasan Dewi Sekartaji ke depan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan sejarah lokal yang layak dikunjungi.
Kirab juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Forkopimcam Wates, Kapolsek, Danramil, anggota DPRD Kabupaten Kediri, serta lembaga desa. Muryadi berharap Disparbud Kabupaten Kediri dapat terus memberi dukungan agar kegiatan ini bisa menjadi agenda budaya tahunan yang semakin besar dan berdampak.***
Reporter : Gus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





