Rinciannya, 95,66 hektare mengalami kerusakan ringan, 9,96 hektare rusak sedang, 7,15 hektare rusak berat, dan 4,15 hektare mengalami puso. Menyikapi kondisi tersebut, Dipertahankan Ponorogo langsung menggelar aksi penyemprotan pestisida secara serentak di titik-titik terdampak.
“Mulai hari ini, kita lakukan penyemprotan serentak di wilayah yang terserang,” ujar Kepala Dipertahankan Ponorogo, Suprianto, Rabu (16/7/2025).
Baca juga : Kandang Ayam di Ringinrejo Kediri Terbakar, Warga Sempat Panik
Ia menjelaskan, serangan hama wereng tersebar di 45 desa yang berada di 12 kecamatan. Untuk mengatasi penyebarannya, penyemprotan dilakukan secara masif menggunakan hand sprayer dengan stok pestisida mencapai 320 liter. Jika diasumsikan satu hektare membutuhkan 1,5 liter pestisida, maka stok tersebut cukup untuk menangani sekitar 200 hektare.
“Kita prioritaskan wilayah yang masuk kategori waspada, karena hama wereng batang coklat ini bisa menyebar sangat cepat,” jelas Suprianto.
Terkait kerusakan parah yang menyebabkan puso, Suprianto menyebut tidak semua petani terdampak dapat mengklaim asuransi pertanian. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan nama dan alamat petani untuk memastikan siapa saja yang tercatat sebagai peserta asuransi.
Baca juga : Hari Kedua Sekolah, Polisi Kawal Kelancaran Lalu Lintas di Kota Kediri
“Memang ada asuransi pertanian, tapi tidak semua mendapatkannya. Kita perlu cek data detailnya terlebih dahulu,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





