Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan langsung untuk memantau perkembangan revitalisasi gedung Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Ponorogo yang kini difungsikan sebagai cikal bakal Sekolah Rakyat (SR).
Didampingi oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Gubernur meninjau berbagai ruang yang akan digunakan dalam proses belajar-mengajar, mulai dari fasilitas asrama hingga ruang kelas yang akan segera difungsikan.
“SR Ponorogo ini melampaui ekspektasi saya. Saya sudah mengunjungi banyak Sekolah Rakyat, tapi yang ini sangat luar biasa,” kata Khofifah.
Gubernur menyebut bahwa SR Ponorogo termasuk dalam kategori 1B dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Agustus mendatang. Ia juga mengapresiasi konsep pendidikan terpadu yang diterapkan, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan, lengkap dengan sistem asrama yang menerapkan pengawasan intensif melalui wali asrama—terutama untuk siswa tingkat dasar.
Baca juga : Persik Kediri Tingkatkan Kekompakan Tim Lewat Latihan Bareng Persebaya Surabaya
“Konsep ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Di sini pendidikan, penguatan karakter, dan pengembangan keterampilan berjalan seiring. Untuk pembelajaran Bahasa Inggris, bisa disinergikan dengan pusat pembelajaran di Pare, Kediri,” lanjutnya.
Khofifah juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang seperti lapangan olahraga, jalur jogging, serta laboratorium IPA dan komputer. Ia memberi arahan agar kamar asrama siswa dilengkapi dengan lemari, meja belajar pribadi yang diberi identitas, dan suasana yang mendukung kenyamanan belajar.
“Luas total area SR ini mencapai 4,5 hektar. Saat ini tinggal tahap akhir penyelesaian kantin dan kamar mandi. Tahun depan, akan dibangun SR baru di wilayah Jenangan seluas 8 hektar,” ungkapnya.
Baca juga : Inilah 5 Destinasi Wisata Religi di Kediri, Menyusuri Tapak Sejarah dan Nuansa Spiritual
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Sugiri Sancoko menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan Gubernur. Ia memastikan pembangunan akan rampung sebelum awal tahun ajaran.
“Masukan Bu Gubernur akan langsung kami eksekusi, termasuk pengadaan smart board di tiap ruang kelas untuk menunjang kualitas pembelajaran. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai deviasi 40 persen dan akan selesai pada 31 Juli,” terang Kang Giri, sapaan akrabnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





