PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Antusiasme masyarakat begitu tinggi saat Kodim 0802/Ponorogo bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM). Sebanyak 5 ton beras jenis SPHP yang disediakan langsung habis terjual dalam waktu singkat.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan serta kestabilan harga pangan, khususnya beras, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk mendukung program stabilisasi bahan pangan pokok di tengah masyarakat,” ujar Dandim, Kamis (7/8/2025).
Agar distribusi merata, pembelian dibatasi maksimal 10 kilogram per orang. Dandim menegaskan bahwa pembatasan ini bertujuan agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaat pasar murah tersebut.
Baca juga : Polres Kediri Gagalkan Peredaran Miras Ilegal di Wates, Sita Barang Bukti Ribuan Botol
“Satu orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 10 kg,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menyebutkan bahwa program GPM akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga enam bulan ke depan. Total alokasi beras untuk wilayah Kabupaten Ponorogo mencapai 13.500 ton.
“Kami akan menggelar kegiatan ini di berbagai lokasi strategis, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bawah naungan Koramil, sehingga bisa menjangkau masyarakat secara luas,” terangnya.
Dalam pasar murah ini, beras SPHP dijual dengan harga Rp11.500 per kilogram, atau Rp55.000 untuk kemasan 5 kilogram. Budiwan menyebutkan, tingginya animo warga menandakan program ini sangat tepat sasaran.
Baca juga : Persik Kediri Siap Tambah Pemain Asing Jelang Musim Baru
“Pasar murah ini akan terus dilanjutkan ke wilayah-wilayah lain di Ponorogo,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





