KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Suasana meriah tampak di halaman Gedung Serbaguna Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Ratusan anak dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak (TK) mengikuti kegiatan Jalan Santai Merah Putih Keluargaku,
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Kolaborasi Aksi Merah Putih yang digagas TK Darma Wanita Tosaren II. Selasa (19/8/2025)
Sebelum jalan santai dimulai, peserta diajak melakukan pemanasan lewat senam bersama. Tawa riang anak-anak pun pecah, menambah semangat suasana kebersamaan.
Bea Cukai Malang Gagalkan Penyelundupan 8.000 Botol Arak Bali Ilegal
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Tosaren dan Tim Penggerak PKK Tosaren. Hadir dalam acara tersebut Lurah Tosaren Joko Prayitno, SE., Ketua TP PKK Tosaren Dian Safitri, Bunda PAUD, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas setempat.
Ketua panitia, Asih Tri Wulandari, S.Pd.I., menjelaskan kegiatan diikuti sekitar 120 anak dari berbagai lembaga PAUD, ditambah orang tua dan warga sehingga total peserta mencapai lebih dari 300 orang.
“Harapannya, melalui kegiatan ini kita bisa mempererat rasa persatuan sekaligus menanamkan karakter nasionalisme sejak dini. Rasa cinta tanah air tidak bisa diajarkan secara instan, tapi melalui proses sejak anak usia dini,” ujarnya.
Lurah Tosaren, Joko Prayitno, SE., juga mengatakan momentum kemerdekaan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan menanamkan nilai persatuan dan cinta tanah air pada anak-anak sejak dini.
“Inilah investasi penting bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Belasan Peserta Upacara HUT RI di Jombang Pingsan, Ini Sebabnya
Senada dengan itu, Ketua TP PKK Tosaren, Dian Safitri, menambahkan bahwa keterlibatan anak-anak bersama orang tua dalam kegiatan ini juga menjadi wujud kebersamaan keluarga.
“Melalui jalan santai ini, kita tidak hanya menumbuhkan semangat nasionalisme, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan kebersamaan warga Tosaren,” ungkapnya.
Selain jalan santai, rangkaian Kolaborasi Aksi Merah Putih juga akan dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai bertajuk Mama Mia pada esok hari.
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





