Kediri, LINGKARWILIS.COM – Warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dikejutkan dengan temuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu (11/2/2026). Korban diketahui bernama Oen Kien Hian (72), yang tinggal seorang diri di rumahnya di Jalan Letjen S. Parman Nomor 100, RT 14 RW 05.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh putrinya, Aileen Natalia (36). Sekitar pukul 10.00 WIB, Aileen datang ke rumah ayahnya untuk mengambil stik drum. Saat tiba, ia membuka pintu depan dan mendapati ayahnya tergeletak di lantai dalam kondisi tanpa busana, dengan posisi tubuh miring ke kanan dan kepala menghadap ke selatan.
Kondisi wajah korban tampak membiru dan tercium bau menyengat, mengindikasikan bahwa korban diduga telah meninggal beberapa waktu sebelumnya. Panik melihat kejadian tersebut, Aileen segera menghubungi saudara kandungnya, Aimee Cisila, serta melapor kepada Ketua RT setempat, Saifudin, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Pesantren.
Baca juga : BPBD Kota Kediri Evakuasi Tumpukan Pohon Tumbang di Jembatan Ngampel, Aliran Sungai Kembali Normal
Ketua RT 14 RW 05, Saifudin, menyebut rumah korban sudah terlihat tertutup sejak Senin siang (9/2/2026). Namun, warga tidak curiga karena korban memang dikenal tinggal sendirian. “Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan. Selama ini korban memang tinggal sendiri,” ujarnya.
Mendapat laporan, petugas Polsek Pesantren bersama Tim INAFIS Polres Kediri Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, S.H., membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, dugaan sementara korban meninggal karena faktor medis. “Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” jelasnya.
Sejumlah indikator menguatkan bahwa kematian korban bersifat wajar, di antaranya pintu rumah yang terkunci dari dalam, tidak ada kerusakan maupun barang hilang, serta kondisi jenazah yang sudah memasuki tahap pembusukan. Selain itu, tidak ditemukan luka akibat benda tumpul atau tajam pada tubuh korban.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan visum. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan menolak autopsi.
Polsek Pesantren masih menangani kasus ini untuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan dengan baik. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap lansia yang tinggal seorang diri agar kejadian serupa dapat dicegah lebih dini.***
Reporter : Agus SUlistyo
Editor : Hadiyin





