Kota Kediri, LINGKARWILIS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 16 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri aktif menggalakkan program pengelolaan sampah berbasis bank sampah di Kelurahan Banjaran. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua KKN-T Kelompok 16, Muhammad Farid Afif Bintatama, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Warga diajarkan memisahkan sampah berdasarkan kategori, yakni plastik, anorganik, dan organik. Sampah plastik yang telah dipilah kemudian dikumpulkan untuk dijual, dengan hasil penjualannya dikelola secara transparan melalui administrasi kelurahan.
“Dana hasil penjualan sampah akan dicatat dalam buku administrasi kelurahan, kemudian dikembalikan ke masing-masing RW untuk dimasukkan ke kas RW. Harapannya, dana ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” ujar Farid, Selasa (10/2/2026).
Baca juga : Jelang Ramadan hingga Idulfitri, Pemkab Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah di 26 Titik
Ia menambahkan, program bank sampah tidak hanya bertujuan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik melalui daur ulang.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 Februari mendatang. Selama periode tersebut, mahasiswa KKN bersama warga setempat melakukan sosialisasi dan praktik langsung pemilahan sampah sebagai langkah awal membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Lurah Banjaran, Rudy Winarko, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Baca juga : Percepat Pembentukan KRPPA 2026, Pemkot Kediri Sosialisasi ke Pemangku Kepentingan
“Program ini sangat bermanfaat karena tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui bank sampah. Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan baru bagi warga Banjaran,” ungkap Rudy.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






