Batu, LINGKARWILIS.COM – Kota Batu diperkirakan kembali dipenuhi wisatawan selama periode long weekend pada Mei 2026. Banyaknya hari libur nasional dan cuti bersama diyakini menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan ke berbagai destinasi wisata di kota wisata tersebut.
Dinas Pariwisata Kota Batu memprediksi jumlah wisatawan selama Mei 2026 bisa mencapai lebih dari 500 ribu pengunjung. Angka itu menjadi salah satu target tertinggi pada semester pertama tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan tren peningkatan kunjungan wisatawan sebenarnya sudah terlihat sejak awal tahun. Momentum libur panjang di bulan Mei diperkirakan semakin mendongkrak angka kunjungan.
“Estimasi kunjungan wisatawan selama Mei berkisar antara 540 ribu hingga 562 ribu orang,” ujarnya, Minggu (17/05/2026).
Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi dalam Semalam di Kabupaten Kediri, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Menurut Onny, sejumlah momentum libur nasional menjadi pendorong utama meningkatnya mobilitas wisatawan. Mulai dari libur Hari Buruh, Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, hingga Iduladha diperkirakan membuat tingkat hunian hotel dan kunjungan destinasi wisata meningkat signifikan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Sementara pada Februari tercatat 354.292 wisatawan dan Maret sebanyak 311.862 kunjungan.
Dari data tersebut, rata-rata jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu setiap bulan berada di kisaran 432 ribu orang.
Meski data kunjungan wisatawan pada April belum sepenuhnya masuk, pihaknya optimistis kunjungan selama Mei akan mengalami peningkatan cukup tajam.
Selain dikenal sebagai destinasi favorit wisata keluarga di Jawa Timur, Kota Batu juga diperkirakan mengalami peningkatan lama tinggal wisatawan selama masa libur panjang.
“Biasanya saat long weekend wisatawan memilih menginap lebih lama, rata-rata dua sampai tiga malam,” tambahnya.
Baca juga : Lagi-Lagi Makan Korban, Jalur Klemuk Batu Masih Muncul di Google Maps
Tak hanya didominasi wisatawan asal Jawa Timur, kunjungan wisatawan dari luar daerah seperti Jakarta dan Jawa Barat juga disebut mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, restoran, UMKM, hingga pengelola tempat wisata di Kota Batu.
Ramainya arus kunjungan wisatawan selama Mei diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha di sektor pariwisata yang sebelumnya menghadapi fluktuasi jumlah pengunjung.
“Kami optimistis sektor wisata dan akomodasi akan ikut terdampak positif dengan banyaknya momentum libur panjang selama bulan Mei,” tandas Onny.***
Reporter: Arief Juli Prabowo





